Di samping itu, Wagub Kandouw menerangkan upaya Pemprov Sulut melakukan refocusing anggaran hampir Rp200 miliar untuk mengatasi dampak COVID-19.
“Jangan heran kalau program-program belanja modal itu semua dikurangi dan itu juga sama dengan di Minahasa menghadapi seperti itu. Untuk itu masyarakat Pemerintah mengharapkan untuk tetap produktif. Anggaran sebesar itu kalau masyarakat tidak bergerak pasti akan sia-sia. Untuk itu, kita tetap suplementer dan komplementer, intinya kita harus tetap hidup dan pemerintah hadir, lebih penting juga masyarakat harus tetap bekerja,” ungkap Kandouw seraya mengapresiasi Pemkab Minahasa selalu berkoordinasi dengan Pemprov Sulut dalam rangka mengoptimalkan pembangunan daerah.
Bupati Minahasa Roy Roring mengapresiasi bantuan Pemprov Sulut untuk warga Minahasa terdampak COVID-19.
“Ini adalah bukti sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Tentu kita warga Minahasa untuk tetap bersinergi kedepan dan menopang terus kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur dan dapat mendukung program-program dari Pemerintah. Begitu juga dengan komitmen dari Gubernur dan Wakil Gubernur bahwa tahun ini eceng gondok yang ada di Danau Tondano akan tuntas,” kata Roring.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw, Kadis Sosial Sulut Rinny Tamuntuan dan Kadisperindag Edwin Kindangen.
(ADV/FindaMuhtar)

