Agama dan Pendidikan

‘Dianaktirikan’, Forum Perguruan Tinggi Swasta BMR Sambangi DPRD Sulut

'Dianaktirikan', Forum Perguruan Tinggi Swasta BMR Sambangi DPRD Sulut
Komisi IV DPRD Sulut menerima aspirasi dari Forum Perguruan Tinggi Swasta BMR di DPRD Sulut

Manado, BeritaManado.com — Perhatian terhadap dunia pendidikan tinggi swasta di tanah totabuan Bolaang Mongondow Raya (BMR) memprihatinkan.

Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar aspirasi Forum Perguruan Tinggi Swasta BMR bersama Komisi IV DPRD Sulut, Senin (31/8/2020) siang ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FPTSBMR Supit Mamuaya kepada BeritaManado.com mengatakan, perguruan tinggi swasta di BMR selama 4 tahun terakhir tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

“Di tahun-tahun lalu memang persoalan tidak terlalu rumit, namun dengan kondisi Pandemi COVID-19 ini, 80 persen mahasiswa tidak bisa membayar biaya kuliah. Kalau hanya 20 persen mahasiswa yang bisa membayar biaya kuliah, bagaimana PT swasta bisa berjalan operasionalnya,” ungkap Supit Mamuaya.

Harapan kami, kata Mamuaya, perhatian dari pemerintah terhadap perguruan tinggi swasta di BMR bisa kembali diadakan.

“Kita bisa bayangkan, di BMR jumlah mahasiswa ada sekitaran 8000-an mahasiswa yang memilih kuliah di Provinsi Gorontalo. Kenapa disana, karena disana banyak sekali suport, pemerintah sana memberikan bantuan kepada mahsiswa BMR disana. Paling tidaklah harus ada solusi dari Pemprov Sulut untuk dunia pendidikan tinggi di sana,” kata Mamuaya.

Menyikapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu menjelaskan, tentunya kita mengharapkan Pemprov Sulut memberikan perhatian lebih.

“Yang selama kita mendapat laporan tidak pernah mendapat bantuan. Kami berharap, adanya pemerataan terkait bantuan-bantuan. Jangan hanya pilih-pilih kasih. Kami Komisi IV akan memperjuangkan ini hingga ke kementrian,” aku Braien Waworuntu.

Senada, anggota Komisi IV DPRD Sulut yang juga wakil rakyat BMR Yusra Alhabsyi mengatakan, ini bisa menjadi masukan bagi komisi untuk diteruskan ke Pemprov Sulut.

“Karena sesuai data yang ada, IPM di BMR salah satu yang paling rendah. Sementara alokasi pendidikan disana termasuk pendidikan tinggi swasta disana juga kurang perhatian. Karena itu, saya berharap ada perhatian lebih karena bisa meningkatkan peningkatan ekonomi di tanah BMR,” tutup Alhabsyi.

(AnggawiryaMega)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara