Liebling adalah ahli pers dari New Yorker yang menulis “Freedom of the press belongs to those who own one” yang ditulis 1960.
Sedangkan narasumber dari AJI Medan, Daniel Pekuwali, menyampaikan makalah berjudul “Hantu Kebebasan Pers”, yang disebutnya sebagai kritik terhadap kebebasan pers di Sumut.
Dia mengutarakan, bahwa aparat keamanan — polisi dan tentara– adalah faktor eksternal yang menjadi indikator mempengaruhi kebebasan pers.
Indikator yang tak bisa dipungkiri adalah soal kesejahteraan.
Banyak media tidak memberikan gaji yang memadai sehingga mereka mencari uang di luar dengan cara-cara yang tidak terpuji.
“Ini mencoreng wajah kita semua,” kata Daniel.
(***/Finda Muhtar)
