
Bitung – Hujan yang terjadi dari Selasa (14/1/2014) malam hingga Rabu (15/1/2014) pagi mulai menimbulkan dampak terhadap masyarakat. Pasalnya, sejumlah pemukiman warga di sepanjang jalan SH Sarundajang atau 46 terkena longsor pasir akibat curah hujan yang terjadi dari malam hari.
Menurut Kepala Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Jeffry Wowiling, longsor yang terjadi di sepanjang jalan 46 dikarenakan struktur tanah yang mudah terbawa air kala hujan karena berpasir. “Kondisi tanah kita yang didominasi pasari sehingga begitu mudah bergerak kala hujan dan ini yang harus diwaspadai kala hujan,” kata Wowiling ketika dihubungi beritamanado.com.
Wowiling mengatakan, di jalan 46 tepatnya di depan lokasi pembangunan terminal container ada delapan rumah yang terkena longsor pasir dan saat ini proses pembersihan telah dilakukan. Juga di areal SMP Negeri 12 dan sejumlah lokasi lainnya di jalan 46 mengalami banjir pasir serta pohon tumbang.
“Tak ada kerusakan apalagi korban jiwa dan semuanya lokasi longsor dan pohon tumbang langsung kita tangani,” katanya.
Ia sendiri meminta agar masyarakat tetap waspada mengantisipasi bencana, terutama warga yang bermukim di areal rawan bencana seperti longsor dan banjir. “Kami juga tetap siaga dan melakukan patrol di lokasi-lokasi rawan bencana,” katanya.(abinenobm)
