Bisnis dan Ekonomi

Daya Saing Sulut Peringkat ke-16 Dari 34 Provinsi

 

Daya Saing Sulut Peringkat ke-16 Dari 34 Provinsi
Rakerkonprov Apindo Sulut

 

 

 

Manado — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Asia Competitiveness Institute (ACI) sebagai bagian dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, mengadakan pemaparan analis daya saing provinsi-provinsi di Indonesia dengan temuan awal (draft) dari hasil studi pada tahun 2017 terhadap Provinsi Sulut.

“Misi penelitian ini adalah melakukan penelitian dan mengkokohkan posisi lembaga sebagai biro penelitian dengan menyebarluaskan hasil penelitian kepada Komunitas Internasional, dan meningkatkan kolaborasi dengan mitra strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia, khususnya Provinsi Sulut,” ujar Wahyu Handoko dari Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN), mewakili Kepala Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah DPN Apindo, saat FGD bersama seluruh jajaran Pimpinan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) APINDO Sulut dengan Ketua Umum Nicho Lieke, pada Jumat (28/9/2018) lalu di Sintesa Hotel Peninsula Manado.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Kerja Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) Pimpinan DPP Apindo Sulut.

FGD dihadiri pimpinan DPP Apindo Sulut, antara lain Mad Syarief, Hasan S Alwi, Ridwan A Syawie, Jackson Sambeka, Ferdinand F, Grace Wungkar, Rahman, Haryadi, Medy Lensun, Melki, Amelia Tungka, Syarwani, Abdul M Antai, Andre Mondong, Hendrik Rudolf Warouw, Franky Najoan serta Yuddy Saerang (Sekretaris), Abid Takalamingan (Bendahara) dan Eddie Paputungan (mewakili Ketua Umum Nicho Lieke).

APINDO pun menilai penting dilakukannya pemberdayaan terhadap pengusaha lokal di Sulut, sehingga dengan keterlibatan atau peran pengusaha akan menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa.

“Bila dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi (5.2%) dan dengan kekuatan perekonomian yang meningkat, negara akan semakin kuat dan diperhitungkan dalam persaingan global,” ujar Wahyu.

Asia Competitiveness Institute (ACI) pun akan mengadopsi pemahaman tentang ddaya saing ekonomi yang komprehensif, mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan suatu daerah untuk mencapai pembangunan ekonomi yang tinggi dan inklusif, dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Temuan penelitian ACI terhadap daya saing keseluruhan provinsi di Indonesia khususnya untuk provinsi Sulut pada tahun 2015 berada pada tingkat 11, tahun 2016 naik ke peringkat 9, tahun 2017 turun ke peringkat 17 dan pada tahun 2018 turun lagi dengan berada pada peringkat 16 dari 34 provinsi dan memperoleh skor (minus) -0.010.

Berdasarkan siaran pers yang diterima BeritaManado.com dari APINDO Sulut, skor ini masih dibawah rata-rata skor oleh Provinsi Sulawesi Tengah dan Gorontalo (untuk wilayah Indonesia bagian Timur) sementara DKI Jakarta dan Jawa Timur sejak 2015-2018 selalu menduduki peringkat 1 dan 2 secara Nasional.

Terdapat temuan-temuan penelitian lainnya di Sulut, antara lain stabilitas ekonomi makro, pemerintahan dan institusi publik, kondisi finansial, bisnis dan tenaga kerja, namun memiliki tingkat temuan penelitian cukup baik pada tingkat nomor 8 tahun 2018 ini untuk kualitas hidup dan pembangunan infrastruktur yang meningkat (2015 No. 13, 2016 No. 11 dan 2017 No. 15).

Dalam sesi Rakerkonprov DPP Apindo Sulut, DPN Apindo menampung masukan-masukan dari seluruh ketua-ketua bidang DPP Apindo Sulut menyangkut aspek organisasi Apindo di Sulut antara lain permasalahan-permasalahn yang dialami para pengusaha UKM (Kecil, Menengah dan Besar) Sulut untuk disampaikan kepada Pimpinan DPN Apindo di Jakarta.

Dibidang investasi dari luar negeri perlu adanya sinergitas dengan DPP Apindo Sulut oleh pihak pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dalam rangka penciptaan lapangan kerja.

Wahyu pun memberikan masukan kepada Pimpinan DPP Apindo Sulut antara lain meningkatkan peran media sosial, media online, media cetak kepada para anggota Apindo di 15 Kabupaten/Kota se Sulut, hadirnya Apindo Training Centre, Sertifikasi, serta pemberdayaan, kegiatan gathering, kunker, pendampingan wirausaha, pelatihan dan penyebaran Bulletin/Newsletter, dan sebagainya sehingga DPP Apindo Sulut akan memiliki peran amat penting dalam meningkatkan daya saing usaha pengusaha UKM se-Sulut baik pada tingkat nasional bahkan internasional.

Hasil Analis Daya Saing oleh ACI ini akan menjadi bahan utama dalam pertemuan Konferensi tahunan oleh ACI pada bulan November 2018 di Singapura, yang pada bulan November tahun 2017 lalu dihadiri oleh Sekprov Sulut mewakili Gubernur Sulut, dalam Konferensi World Bank – ACI.

(***/sri)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara