
Minut, BeritaManado.com — Polemik pembangunan lahan ternak di Desa Talawaan Bantik, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), mendapat perhatian serius jajaran TNI.
Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, turun langsung ke lokasi, Selasa (4/11/2025), bersama unsur Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk memastikan situasi aman dan kondusif.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Dandim Hanif menegaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata fungsi pembinaan teritorial, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah.
“Itu salah satu tugas utama TNI, khususnya aparat teritorial di tingkat kodim. Selama berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, kami wajib hadir,” tegas Letkol Hanif Tupen.
Ia menambahkan, peran Babinsa menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mengantisipasi potensi konflik di masyarakat.
Karena itu, lanjut dia, Babinsa harus selalu hadir di tengah warga, memahami kondisi di lapangan, dan melaporkan setiap dinamika yang terjadi.
“Jangan sampai ada masalah antara pemerintah, masyarakat, maupun pihak perusahaan yang tidak diketahui aparat teritorial. TNI hadir bukan untuk membekap, melainkan untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik,” tegasnya.
Langkah cepat Dandim 1310/Bitung ini dilakukan seiring dengan instruksi Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang sebelumnya telah memerintahkan jajarannya turun ke lapangan menyikapi protes warga terkait pembangunan lahan ternak tersebut.
Tim Pemkab Minut yang meninjau lokasi pada Selasa (4/11/2025) terdiri dari Asisten I Umbase Mayuntu, Asisten II Robby Parengkuan, Kepala DLH Olvy Kalengkongan, Kadis Pertanian dan Peternakan Bertha Katuuk, serta sejumlah pejabat eselon III terkait.
(Alfrits Semen)
