
Manado – Wakil Ketua DPRD Kota Manado dari Dapil Sario Malalayang, Richard Sualang menggelar Masa Reses 2017, di kelurahan Bahu, Jumat (1/11/2017) Malam.
Agenda menyerap aspirasi masyarakat Richard Sualang, didampinggi Camat Sario, Marten Kapoyos, Lurah Kleak Caroline Sangeroki serta turut dihadiri ratusan masyarakat yang terbagi dari Kecamatan Sario, dan Malalayang.
“Karena ini reses ke III jadi saya lakukan disini agar bisa dijangkau seluruh masyarakat dari Malalayang maupun Sario. Pada berapa hari lalu ada masyarakat yang mengeluhkan pembongkaran Sabua Bulu Malalayang, jadi pertemuan seperti ini penting untuk dihadiri agar bisa memberikan aspirasi,” kata Richard Sualang.
Salah seorang nelayan mengatakan saat ini hak-hak mereka telah diambil oleh Pemkot Manado.
“16 persen lahan reklamasi yang milik Pemkot tapi sekarang17,8 persen, karena tambatan perahu seharusnya milik nelayan yang dijanjikan perusahan telah ambil pihak pemerintah,” kata seorang warga.
Sementara itu Marlon Roti Bahu dari Lingkungan III Bahu mengeluhkan akan pelayanan Puskesmas Bahu.
“Waktu itu ke Puskesmas tetapi mereka tidak bisa melayani pasien ini umum dan hanya bisa melayani BPJS dan KIS,” terang Marlon Roti.
Berbeda dengan Marthen Mangundap, yang menanyakan dana hibah banjir apakah masih bisa didapat atau tidak.
Richard Sualang langsung menanggapi satu persatu setiap keluhan yang dipertanyakan masyarakat kepada dirinya.
“Proses tambatan perahu masih dalam tahap berproses. Kesepakatan Pemkot dengan DPRD Manado sebesar 16 persen, dan kalau sudah terealisasi nelayan akan mendapatkan tempat sebagai tambatan perahu,” ujar Richard Sualang.
Menurut Richard Sualang, saat ini Pemkot Manado sudah mengunakan BPJS.
“Namun untuk pasien umum masih bisa diterima, nanti saya sampaikan langsung kepada kadis kesehatan dan kepala Puskesmas,” pungkasnya.
Terkait soal dana banjir, Richard Sualang mengakui sudah mendengar info 2000 warga terdata namun tidak bisa diberikan bantuan karena menurut BPBD masih ada yang lebih layak.
“Nanti saya cek lagi data itu, karena saya tahu pembayaran sudah selesai. Untuk urusan kebersihan dan keindahan sudah diserahkan di kecamatan, jalan kalau ada gorong-gorong tertutup silahkan disampaikan ke pemerintah,” jelasnya.
(Anes Tumengkol)
