-Pulau Lembeh: Pulau ini merupakan salah satu lokasi penyelaman utama di Selat Lembeh. Di sekitar pulau, Anda dapat menemukan terumbu karang yang indah dan berbagai jenis ikan hias, seperti ikan kardinal, ikan kupu-kupu, dan ikan badut. Spot menyelam di Pulau Lembeh juga sering dikunjungi untuk melihat spesies langka seperti ikan mandarinfish dan ikan lembeh seahorse.
-Batu Kapal: Batu Kapal adalah situs menyelam yang terkenal di Selat Lembeh. Seperti namanya, spot ini ditandai dengan sebuah batu besar yang menyerupai bentuk kapal yang terbalik. Di sekitar Batu Kapal, Anda dapat menjumpai kehidupan mikro yang menakjubkan, termasuk nudibranch, ikan frogfish, dan berbagai jenis invertebrata laut.
-TK (Teluk Kembahu): TK adalah spot menyelam yang populer dengan terumbu karang yang indah dan formasi batu karang yang menarik. Di sini, Anda bisa menjumpai berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. TK juga menjadi lokasi yang bagus untuk melihat dan memotret makro, seperti nudibranch dan kuda laut.
-Hairball: Hairball adalah situs penyelaman yang terkenal di Selat Lembeh untuk melihat hewan-hewan langka seperti mimic octopus dan wonderpus. Spot ini terkenal karena kehidupan bawah laut yang beragam dan menarik. Anda juga dapat menemukan critters (hewan-hewan kecil) yang menarik, seperti ikan batu dan ikan jerapah.
-Nudi Falls: Nudi Falls adalah spot penyelaman yang menawarkan kombinasi terumbu karang yang cantik dan dinding-dinding tebing yang menakjubkan. Spot ini dinamakan setelah kemunculan nudibranch yang melimpah di lokasi ini. Di Nudi Falls, Anda bisa menjumpai banyak spesies nudibranch dengan warna dan pola yang beragam.
Ancaman Reklamasi
Aktivitas penimbunan laut atau reklamasi sendiri bukanlah hal yang baru di Selat Lembeh. Hampir setiap tahun, ada saja bibir Selat Lembah yang ditimbun untuk kepentingan pembangunan. Baik oleh pemerintah maupun swasta dengan dalih perluasan wilayah ataupun pembangunan dermaga.
Reklamasi selat laut dapat memiliki dampak negatif pada ekosistem laut dan masyarakat setempat.
Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat reklamasi selat laut:
-Kerusakan ekosistem laut: Reklamasi melibatkan pengisian daratan dengan material tambahan seperti pasir atau batu, yang dapat menghancurkan terumbu karang, hutan lamun, dan habitat laut lainnya. Hal ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem laut yang sensitif.
-Hilangnya habitat: Reklamasi selat laut dapat menghilangkan atau merusak habitat alami bagi berbagai spesies laut. Terumbu karang, rumput laut, dan hutan mangrove yang menjadi tempat hidup dan berkembang biak berbagai organisme laut dapat terganggu atau dihancurkan selama proses reklamasi.
-Gangguan pada siklus hidup spesies: Reklamasi dapat menghancurkan wilayah pemijahan ikan dan tempat bertelur untuk penyu laut, menyebabkan penurunan populasi spesies-spesies tersebut. Hal ini dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap keseimbangan ekosistem dan sumber daya ikan.
-Perubahan kualitas air: Reklamasi dapat menyebabkan pencemaran dan perubahan kualitas air di sekitar selat. Material tambahan yang digunakan untuk mengisi daratan sering kali mengandung bahan kimia dan polutan yang dapat mencemari perairan, menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut dan berdampak negatif pada organisme hidup.
-Dampak sosial-ekonomi: Reklamasi selat laut juga dapat berdampak pada masyarakat setempat yang menggantungkan hidup mereka pada sumber daya laut. Jika kegiatan perikanan terganggu atau terbatas akibat reklamasi, masyarakat pesisir dapat kehilangan mata pencaharian dan sumber penghasilan mereka.
Penting untuk memperhatikan dan mempertimbangkan dampak-dampak tersebut sebelum melakukan reklamasi selat laut. Evaluasi lingkungan yang cermat, melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengambilan keputusan, dan menerapkan langkah-langkah perlindungan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak negatif reklamasi terhadap ekosistem laut dan masyarakat setempat.
(*)
