Kota Manado

Catatan Josef Kairupan: Sinetron Panjang Berseri Penentuan Pasangan Capres dan Cawapres

Catatan Josef Kairupan: Sinetron Panjang Berseri Penentuan Pasangan Capres dan Cawapres
Josef Kairupan

Manado, BeritaManado.com – Pengamat Politik Sulawesi Utara (Sulut) Josef Kairupan menilai ada sinetron panjang berseri dalam penentuan pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Pilpres 2024.

“Sinetron panjang berseri dalam penentuan paslon capres dan cawapres yang selama ini menjadi misteri terjawab sudah,” ungkap Josef Kairupan, kepada wartawan BeritaManado.com, Selasa (24/10/2023).

“Skenario drama politik yang dipertontonkan merupakan akting luar biasa dari stakeholder politik di Republik ini,” katanya.

Ia berpendapat, pasangan Capres Anies, Ganjar dan Prabowo merupakan hasil konsensus terbaik parpol beserta koalisinya untuk mencapai tujuan meraih atau justru mempertahankan kekuasaan.

“Kondisi politik dan sosial selalu berubah dari waktu ke waktu dan sulit diprediksi,” ucap Dosen di Fisip Unsrat Manado ini.

“Sehingga memungkinkan terjadinya perubahan signifikan dalam dinamika politik dan persaingan pada Pilpres 2024,” ujarnya lagi.

Sosok Capres dan Cawapres

Mengenai Elektabilitas capres dari tahun kemarin sampai dengan saat ini menurut Josef, banyak sudah lembaga-lembaga survey yang melakukan riset/polling.

“Khusus Anies hampir sebagian besar hasil survey menempatkan posisi terbawah, dibandingkan dengan hasil survey Ganjar dan Prabowo yang saling berfluktuasi,” kata dia.

Sedangkan untuk ketokohan dari masing-masing capres menurut Josef, tidak diragukan lagi, bahwa ketiga paslon merupakan tokoh nasional, yang sudah dikenal track record dan sepak terjangnya dikancah perpolitikan nasional, walaupun cawapres-nya Prabowo terbilang sebagai pendatang baru.

“Tetapi ketiganya memiliki tingkat akseptabilitas nya masing-masing,” ungkap Josef Kairupan.

“Rakyat dapat menerima kehadiran masing-masing paslon, karena latar belakangnya baik itu asal daerahnya, rekam jejaknya maupun tandem atau pengaruh politik dari seseorang,” katanya.

Khusus untuk kewilayahan, hampir dapat dipastikan bahwa konsentrasi masing-masing paslon tertuju kepada pemilih yang ada di pulau Jawa.

Karena jumlah pemilih terbanyak ada di pulau Jawa. Jika digabung sekalipun, seluruh pemilih di luar pulau Jawa, tidak dapat melewati jumlah pemilih di pulau Jawa.

“Oleh karena itu tak mengherankan jika capres condong berasal dari Jawa, tetapi untuk kecenderungan akan memilih siapa, tentunya publik akan menilai rekam jejak dari masing-masing paslon,” ungkap Pengamat Politik Sulut ini.

Sementara, kata dia, Prabowo dikenal sebagai sosok yang tegas, berani dan punya nilai juang patriotisme, nasionalisme dan berjiwa satria, karena latar belakangnya sebagai mantan prajurit.

“Tetapi juga ada masa lalu kelam disaat terafiliasi sebagai bagian kekuatan orde baru pada saat itu,” jelas dia.

“Prabowo bisa menjadi titik temu atau jalan tengah dalam menjembatani pluralitas masyarakat yang telah terpolarisasi,” kata dia.

Sementara Anies sendiri menurut Josef, dikenal sebagai sosok yang inovatif dan progresif, yang selalu mencari cara baru untuk memajukan Jakarta.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara