Optimisme ramai kembalinya para wisatawan asing ke manado.
Hal ini ditandai dengan terbukanya kembali sejumlah konektivitas penerbangan langsung Cina.
Dan juga turis dari negara negara di wilayah Asia Timur lainnya seperti Korsel, Jepang, Taiwan, yang antusias ke Manado menggunakan jalur penerbangan Scoot Singapore, Air Asia Kinabalu hingga China Southern Guangzhou.
“Meningkat penumpang Jepang, Korrsel, Taiwan via Singapore,” kata kawan-kawan Angkasa Pura Manado.
Bahkan, catatan Bandara Manado, Desember 2024 kemarin, Transnusa resmi membuka reguler Gyangzhou Manado dan Fuzhou Manado.
Terakhir, Januari awal, Nanjing Manado telah dimulai.
Ada juga sahabat saya yang lainnya, Ariesta.
Beliau seorang GM Grand Luley Hotel Manado menyodorkan indikator optimisme 2025 ini.
“Ramai bookingan asing ke hotel kami,” tuturnya.
Rata-rata dari Cina, Taiwan dan Asia Timur lainnya.
“Kami yakin, kemeriahan wisatawan ke Manado di periode sebelum Covid-19 di 2016 sd 2019, akan balik lagi mulai 2025 ini,” timpalnya optimis.
Banyak keyakinan bahwa sektor pariwisata Sulut akan semakin bergeliat.
Apalagi, kucuran dana DIPA dan TKD pemerintah pusat untuk 2025 ini, tidaklah sedikit.
Yaitu Rp22,43 Triliun.
Diharapkan dana ini akan ikut menyentuh pembenahan infrastruktur dan SDM yang akan menjadi daya pikat kekuatan sektor pariwisata Sulut.
Kelak akan bikin turis enjoy, mau long stay dan more spend money.
Bahkan balik lagi.
Optimisme kemajuan pariwisata Sulut juga terkuak melalui perhatian penuh Presiden Prabowo.
