
Hari Jumat berkah kemarin, istimewa. Itu karena, ini hari ibadahku sebagai muslim. Di hari itu juga, ada undangan istimewa: hadiri Dies Natalis ke 8 Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle (Unika Delasalle) Manado.
Dan saya semangat ketika ikut didaulat memberikan sambutan. Istilah saya, bukan sambutan. Tapi itu sharing update dan motivasi dari saya pada acara tersebut.
Mengapa istimewa?
Ya. Saya sebut acara dies kemarin istimewa meski acaranya dilaksanakan secara sederhana. Tapi bagi saya fakultas ini (Fak Pariwisata Unika) bagian dari tugas sehari hari saya sebagai Staf Khusus Gubernur.
Apalagi kiprahnya selama 8 tahun hadir, telah ikut mewarnai jatuh bangunnya kemajuan pariwisata di provinsi tercinta ini.
Tak kalah istimewa, kehadiran fakultas pariwisata Unika, sesuai fakta, telah memperlihatkan kontribusi nyata dalam ikut memperkuat frontliner atau ujung tombak pariwisata Sulut, sejak dimajukan Gubernur Bapak Olly Dondokambey dan Wagub Bapak Steven Kandouw 8 tahun lalu. ODSK, sebutan untuk duet dua pemimpin hebat Sulut ini.
Beberapa kontribusi mereka. Sebut saja selama 8 tahun berkiprah Fakultas yang sekarang dipimpin Dekan DR Stefanus Ngenget ini, telah hadirkan para lulusan/alumni nya memegang aneka pimpinan atau jabatan strategis, operator di aneka bisnis industri kepariwisataan.
Tak itu saja. Sebab di level top manajemen Unika Delasalle Manado, hadir sejumlah pejabat Rektor nya yang banyak berperan ikut mewujudkan program pembangunan bersinerji dengan Pemprov, termasuk pariwisata. Sebut saja dua Rektor sebelumnya: ada Rektor Prof DR Yong Ohoitimur hingga Rektor DR Revi Tanod.
Pun di tim Fakultas Pariwisata sendiri. figur seperti Mam Jelly Walansendow siapa tak kenal di dunia pariwisata? tim pengajar fakultas ujika ini, tak saja aktif dan ikut berkontribusi di sektor industri. Namun juga memprakarsai sejumlah program yang membuat percepatan kemajuan SDM pariwisata Sulut profesional dan berkompeten.
Di tingkat pengurus yayasan dela sale? Ada sosok Stanley Ngantung. Beliau adalah pemain di bidang industri travel. Dan hingga sekarang memegang jabatan Wakil Ketua Asita Sulawesi Utara.
Sudah beberapa periode didaulat memegang jabatan strategis di asosiasi ini. Bersama Unika, Stanley mensinergikan dengan baik program kepariwisataan dengan lokal goverment: Pemprov, Pemkot dan pemkab se Sulut.

Hasilnya? Kerja apik penuh Sinerji dengan asosiasi industri yang ada.
Pendek kata, Fak Pariwisata Unika ini sungguh menginspirasi, memotivasi dan ikut menjadi garda terdepan kemajuan pariwisata Sulut.
Mereka pun, bersama sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya, yang concern dengan pariwisata Sulut, menjadi bukti terjalinnya sinergitas kolaboratif pentahelic ABCGM.
Kalau di daerah lain, pola seperti ini masih dalam ranah wacana atau gaungan teori, nah di Sulut ini, sudah jadi fakta. Capaian: output positif. Ini dicetuskan ODSK.
Walau demikian. saya juga harus akui. Saya sempat ikut was was tatkala pandemi menyerang. Tak cuma industri pariwisata yg terjun bebas. Drop dan banyak yang gulung tikar.
Sempat ada kekhahwatiran, minat mahasiswa kuliah di fakultas pariwisata pun akan ikut zero. Fakultas ini tak lagi berkegiatan? Nyatanya. Alhamdulillah. Puji Tuhan ternyata tidak.
“Meski tinggal 90 orang mahasiswa saat Pandemi, kami maju terus!” Kata Dekan DR Stefanus dalam acara kemarin.
