
Boltim, BeritaManado.com – Bupati Sehan Landjar mengumumkan langkah strategis dan mitigasi dampak ekonomi kepada warganya sebagai akibat dari adanya pandemi virus corona atau COVID-19.
Salah satu langkah tersebut adalah menyiapkan logistik berupa sembilan bahan pokok (Sembako) bagi 10.000 kepala keluarga di Boltim selama dua bulan.
Sehan Landjar mengatakan pentingnya upaya pemantauan, pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona maka dipandang perlu untuk rencana aksi yang efektif, efisien dan terukur.
Sehan memerintahkan kepada Badan Ketahanan Pangan untuk menghitung jumlah kebutuhan Sembako untuk 10.000 KK selama masa berlaku tanggap darurat yang diupayakan berlaku sejak 30 Maret 2020 sampai dengan 30 Mei 2020.
“Segera bentuk tim untuk penyaluran Sembako, melibatkan unsur Polri, TNI, Pemda, Pemerintah Desa, Organisasi masyarakat dan kepemudaan dan lainnya yang dianggap berkompoten,” kata Bupati.
Sehan juga menginstruksikan kepada wakil bupati dan Sekda sebagai koordinator aksi untuk melakukan perhitungan pergeseran Anggaran baik DAU dan DD 2020 sesuai peraturan dan Kebutuhan.
Selain itu, Bupati dua periode ini meminta Dinas Kesehatan untuk menghitung kebutuhan anggaran untuk kelengkapan sarana baik pembelian masker, alat semprot, dan pengeras suara.
“Siapkan pemasangan tenda di wilayah perbatasan, berkoordinasi degan Dinas Sosial mengenai hal-hal lain yang dianggap perlu,” ujar Sehan Landjar dalam rilis pesan WhatsApp, Rabu (25/03/2020).
Selain itu, Bupati meminta para Camat dan Sangadi untuk lakukan pengawasan aktifitas masyarakat di masing-masing Desa dan melaporkan secara berkala perkembangan dan kesehatan.
“Kepada Gugus Tugas Pemerintah Daerah, segera memasukkan data jumlah Jiwa atau KK untuk yang berpotensi kena dampak kesulitan ekonomi akibat pembatasan aktifitas masyarakat,” terang Sehan Landjar.
Diakhir rilisnya, Bupati menambahkan agar segera berkoordinasi dengan Polres Boltim, TNI berkaitan sarana kebutuhan kendaraan operasional petuagas dan menghitung biaya operasional para petugas dilapangan termasuk konsumsi para petuagas dan bahan bakar kendaraan selama dua bulan kedepan.
(RiswanHulalata)
