
Siau – Kasus suap yang melanda mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar menggelinding liar. Apalagi menurut Winsulangi Salindeho, salah satu peserta Pilkada Sitaro, kemenangan lawannya yang ditentukan MK adalah produk suap ke petinggi lembaga hukum tersebut.
“Kami yakin ini suap, karena sebelum keluar keputusan MK lawan sudah sangat yakin mereka yang menang,” ujar Bu Winsu, sapaan akrabnya, pada wartawan akhir pekan lalu.
Pasangan Bu Winsu, eks Wakil Bupati Sitaro Piet Hein Kuera, turut mengaku pihaknya sempat ditawari oknum dalam MK untuk membayar kasus gugatan mereka dalam jumlah lumayan besar.
“Pernah ditawari lima miliar rupiah namun tidak kami penuhi dan saya yakin bukan cuma sengketa di daerah lain hasil suap, di Sitaro juga begitu,” ujarnya.
Pada putaran Pilkada Sitaro Juni lalu, Bu Winsu dan Piet menggugat KPUD setempat karena memenangkan bupati petahana Toni Supit dan Siska Salindeho (Tonsu Bersih). Namun gugatan itu tidak dimenangkan MK, sehingga Toni-Siska akhirnya dilantik menjadi pemimpin Sitaro hingga 2018. (Gun Takalawangeng)

Yakin? Kayak ada buktinya..klo ngomong pake bukti dong, knapa dulu gak bisa bersuara klo dimintai uang, nnti berkoteknya skrg..kalo ngomong doang gak ada buktinya sih sama aja gosip alias suara2 sumbang..klo. Ngomong pake bukti yg bisa dipertanggungjawabkan, itu baru fakta yg bisa meyakini dan diyakini.. :D
Waseng goblok bin idiot…
Gak ada pepatah ‘Malik Teriak Maling’…
yang ada pepatahnya… Maling Teriak Pencuri…
hahahahaha…
Kalo gak tahu apa-apa diam saja…ya…
Maling teriak maling. klo so ndk jadi kwa badiang jo.
selamat buat Tonsu Bersih..
dan buat yg sering berprasangka bertobatlah karena prasangka itu datangnya dari setan yg terkutuk.
selamat buat Tonsu Bersih..
buat yg sering berprasangka bertobatlah karena prasangka itu datangnya dari setan.
http://id.berita.yahoo.com/kpk-menduga-ada-keterlibatan-hakim-mk-lain-124743953.html
Kalo meiva lintang waktu kampanye jual2 proyek,apa itu yg di banggakan?????winsu pake dana open house di sangihe itu yg di banggakan??rumah seharga 4 M di winangun,doi darimana itu,itu yg di banggakan???kampanye salera dengan menghujat2 pihak tonsu,itu yg di banggakan???
hehehehe…petarung…petarung…
memang gw akui lw memang tebal muka ya…
hahahaha….
ntar habis posting berita loe pergi ke Ko Toni dan laporkan hasil ‘pencitraan’ petarung…
hahahaha…
Gw terus terang saja makin hari makin malu kalau terpaksa harus mengaku Sitaro Tutune dengan ulah kalian…
tapi syukurlah Kepribadian Bu Winsu dan Ibu Pendeta Meiva Salindeho Lintang… sekalipun tak menang pilkada…keberadaan mereka masih jadi kebanggaan saya yang berdarah sitaro…
oke…lanjutkan Ko Petarung…putar lidah kiri dan kanan biar tahan menjilat…
Tambahan,jgn karena salera di tawari 5 milyar oleh calo mk,langsung berasumsi pihak tonsu ada bayar hakim..logika saja kalo ngoni nda bayar calo ngapain pihak tonsu mo bayar hakim kan sdh menang……alasan opa karena blum sidang pihak tonsu so yakin menang cuma beking tatawa…sedangkan salera yg kalah telak pada pilkada 5 juni yakin menang di mk apalagi tonsu bersih yg menang telak di pilkada lalu tantu lebe yakin seyakin2nya….makanya umur sdh tidak bisa di sembunyikan cara bapikir kadang2 so nda rasional.
Opa,terima jo kekalahan jangan lia itu di MK lia dulu waktu pemungutan suara tgl 5 juni,itu kiapa bole kalah????bukti2 yg di ajukan sangat lemah di mk..wakapolres bersaksi pilkada berlangsung sangat aman tidak ada gangguan,apalagi alasan???jaga jo cucu dan lia jo anak yg masih kacili…terima jo TUHAN tidak berkenan anda menjadi bupati,terima saja!!!