MANADO – Komunitas Blue Choir atau dikenal pula Biro Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Teknik (BPSMFT) Universtas Sam Ratulangi menyadari sifat kompetitif tersebut. Maka itu, menghibur sekaligus menjadi juara tidak ditempuh dengan setengah-setengah.
Tak tanggung-tanggung, jika ingin mengikuti kejuaraan mereka berlatih setiap hari, sejak enam bulan sebelum kompetisi dimulai. “Biasanya enam bulan sebelum kejuaraan kami sudah membentuk panitia untuk melakukan latihan,” tutur Ketua Blue Choir, Griffith Goni.
Memang tidak mudah mengumpulkan anggota yang semuanya adalah mahasiswa yang memiliki tugas utama belajar. Kadang jam latihan bentrok dengan jam kuliah para anggota. “Sehingga jadwal latihannya setiap enam bulan sekali diganti atau bahkan tiga bulan sekali. Namun yang pasti seminggu tiga kali,” ungkap Goni.
Blue Choir sendiri merupakan satu dari banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unsrat. UKM tersebut sudah sejak lama ada di Unsrat, yaitu pada 1989. “Namun pada saat itu kami masih kumpul-kumpul saja, belum diresmikan,” katanya.
Baru pada tahun 1996, Blue Choir diresmikan berdirinya dan menjadi UKM. Sedangkan anggotanya berasal dari mahasiswa Fakultas Teknik yang direkrut setiap tahunnya. “Perekrutan anggota kami lakukan setiap tahunnya. Siapa saja bisa menjadi anggota Blue Choir asal mereka masih tercatat menjadi mahasiswa,” katanya.
Saat ini anggota yang aktif berjumlah 36 orang. Meski anggotanya tidak banyak, simpatisannya cukup banyak. Berbagai penghargaan dan juara pernah diraih oleh paduan suara ini, baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya di Bandung sampai dengan World Choir Games di Cina, dengan mendapatkan medali perak dalam Musica Sacra kategori pada 2006.
“Dan berbagai penghargaan lainnya, yang begitu membanggakan,” katanya.
Kelebihan Blue Choir bila dibandingkan dengan komunitas lainnya adalah kebersamaan yang begitu erat antar anggota sehingga sudah seperti keluarga sendiri. Selain itu pelatih paduan suara ini berasal dari kalangan sendiri.
Rencana ke depan Blue Choir akan mengikuti berbagai kejuaran paduan suara baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. “Yang pasti kami akan mengembangkan diri untuk terus berprestasi demi mengharumkan nama almamater maupun nama Indonesia,” tutur Goni. (Jeje)
