Bitung—Himbauan Pemkot Bitung untuk memanfaatkan lahan tidur dengan bercocok tanam rupanya hanya sebatas hibauan saja. Pasalnya, disaat animo masyarakat Kota Bitung merespon himbauan tersebut, tidak dibarengi dengan ketersedian pupuk.
Malah kini masyarakat, terutama petani mengeluh karena kini mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk. “Kami sudah beberapa kali melakukan panen jangung diatas lahan tidur yang diberikan untuk digarap. Tapi dalam bulan ini belum bisa melakukan penanaman kembali karena keterbatasan pupuk,” kata salah satu anggota KP3 Kota Bitung, Max Jacob, Jumat (9/3).
Jacob sendiri mengaku, pihaknya sangat senang dengan program Pemkot Bitung tersebut, namun sayang saat ini terkendala dengan masalah pupuk. Padahal menurutnya, jajaran Polres Bitung memiliki beberapa lahan kosong yang digarap dan sudah menghasilkan.
“Tapi kini kami tidak tau harus menanam bagaimana kalau pupuk saja tidak ada,” katanya.
Sementara itu, Kadis Pertanian, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kota Bitung, Lisye Macawalang menjelaskan kelangkaan pupuk merupakan masalah umum. Karena saat ini, bukan hanya di Kota Bitung yang mengalami kelangkaan, tapi seluruh daerah Sulut juga mengalamiketerbatasan pasokan pupuk.
“Moment kelangkaan pupuk ini malah dimanfaatkan para distributor untuk menaikan harga pupuk perkilo,” katanya.
Macalawang sendiri mengaku dalam waktu dekat dirinya akan berkonsultasi dengan PT Pupuk Kaltim guna mencari solusi terkait kelangkaan tersebut. Karena menurutnya, akibat kelangkaan pupuk ini sangat mengganggu petani dan masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan tidur.
“Kita berharap ini secepatnya ada solusinya, agar program pemanfaatan lahan tidur bisa berjalan dengan maksimal,” katanya.
Lebih lanjut Macalawang mengatakan, jumlah kebutuhan pupuk untuk Kota Bitung jenis urea 363 ton, SP 36 sebanyak 64 ton dan saat disalurkan jangka waktu satu minggu pupuk tersebut sudah habis terjual. “Sedangkan untuk pupuk Posca dan pupuk organik lain yang ada di koperasi penyaluran tidak cukup untuk melayani kebutuhan petani,” katanya lagi.(en)
