
Manado – Ketua Granat Sulut, Billy Johannis, memuji pemerintahan di Sulut sewaktu dipimpin Gubernur Sulut, EE Mangindaan, saat itu semua senat mahasiswa perguruan tinggi (SMPT) Negeri mendapatkan dua mobil operasional. Sedangkan SMPT swasta mendapatkan satu mobil operasional.
”Khan ini berbeda dengan saat ini, tidak ada lagi perhatian seperti itu. Termasuk juga anggaran- anggaran untuk Organisasi Kepemudaan (OKP). Kalau dulu semua OKP mendapatkan anggaran kepemudaan melalui Kesbang. Jadi kalau sekarang ada resistensi pemuda terhadap pemerintah, itu jangan salahkan pemuda, dan mahasiswa. Karena bagaimana pun pemuda merupakan tulang punggung negara, dan bangsa, ”ujar Billy.
Karena itu, Billy, meminta pemerintah harus melakukan kajian lagi, dan membuka forum-forum dialog agar tidak terjadi letupan-letupan di mana-mana. ”Saya kira pemerintah harus cerdas, dan tanggap melihat situasi daerah saat ini. Intinya pemerintah harus memperhatikan mahasiswa, dan pemuda dalam pembangunan, ”tambahnya.(dan)

ini jaman edan, dimana orang” cuman berpikir masalah pemberian..tidak mau kerja utk mendapatkan sesuatu. Pemerintah disuruh cerdas dalam hal ini, padahal ketidakcerdaasannya yang membuat dia berkata seperti itu.
coba pikir pemerintah sudah cerdas dengan hal tersebut, malahan disuruh utk tanggap..capeee deeech…
kase jelas kwa ada baminta pa sapa.,.,..hehe
pemuda itu kerja bukan jadi peminta..
Kalau anggaran di PTN sekarang cukup utk beli mobil asal sesuai kebutuhan selanjutnya tinggal PR3 nya aja. Kalau pemuda dulu pernah ada tapi jaman orba sejak reformasi ngak pernah lagi musti tunggu pemuda jadi gubernur dulu kalee..