Soal Kelangkaan BBM yang Sudah Berlangsung Lama
MANADO – Tokoh Pemuda Sulut, Pdt Billy Johanes STh, mengatakan, persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulut sudah pada kondisi meresahkan, karena itu dia meminta Kapolda Sulut, Brigjen Pol Carlo Brix Tewu, memanggil General Manager (GM) Pertamina Region 7 Makassar
Menurut Billy, kelangkaan BBM di Sulut terutama bensin dan solar yang mengakibatkan antrean panjang di sejumlah SPBU, bahkan menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.
Mantan Anggota Komisi Pemuda Sinode GMIM ini menuntut, dan mendesak Polda Sulut memanggil GM Pertamina Region 7 di Makassar.
Billy, mempertanyakan, kenapa di Makassar, dan Gorontalo tidak terjadi kelangkaan BBM, terutama bensin dan solar. Kenapa di Manado terjadi kelangkaan yang berlangsung sudah cukup lama.
”Ini harus diselidiki pihak Polda. Saya juga menolak jika penjualan bensin eceran ditertibkan, kalau bensin mau ditertibkan karena dianggap bahan bersubsidi, dan tidak bisa dijual kembali. Apa bedanya dengan pangkalan minyak tanah yang dibeli pedagang eceran di warung-warung, dan di Manado dijual bervariasi antara Rp 4 ribu hingga Rp 4500. Keduanya sama, merupakan bahan bakar yang disubsidi, dan mudah terbakar, ”ujarnya.
Baginya, persoalan kelangkaan minyak bukan terletak pada pengecer melainkan pengurangan stok oleh Pertamina di setiap SPBU, dari pasokan per hari 24 ribu ribu dikurangi tinggal 16 ribu liter per hari untuk bensin. Sedangkan solar dari 16 ribu per liter tinggal 8 ribu liter per hari.(brn)
