
Manado, BeritaManado.com — Selasa (2/3/2022) besok, umat Katolik Keuskupan Manado akan memasuki masa Pra Paskah tahun 2022.
Sebagaimana tradisi gereja Katolik, pada awal masa Pra Paskah tersebut, umat akan mengikuti Misa Rabu Abu di gereja pusat paroki maupun stasi.
Pada perayaan tersebut, setiap umat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa serta lanjut usia, akan menerima abu di dahi.
Selama masa Pra Paskah, umat Katolik diajak untuk berpuasa dan berpantang.
Bersamaan dengan itu, Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC juga telah menerbitkan Surat Puasa 2022.
Berikut ini isi Surat Puasa 2022 Keuskupan Manado:
Kita mengawali dan memasuki Masa Pra Paskah tahun 2022 dengan perayaan Hari Rabu Abu tanggal 2 Maret, sambil dibayang-bayangi gelombang ketiga Covid-19, khususnya dengan varian Omicron.
Pandemi Covid-19, yang sudah berlangsung selama 2 tahun ini, sudah mengganggu stabilitas kehidupan manusia.
Begitulah juga dengan kejadian-kejadian bencana Iainnya, baik bencana alam pun bencana kemanusiaan.
Menghadapi bencana-bencana tersebut, manusia terus menerus menggalang kekuatan sambil mengoptimalkan segala daya dan strategi untuk menanggulanginya.
Memasuki Masa Prapaskah tahun ini, Gereja Katolik, khususnya Iewat Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi, menawarkan tema permenungan, dan sekaligus aksi nyata sebagai bagian dari upaya bersama untuk menanggulangi dampak bencana dan pandemi, yaitu : Memulihkan Kehidupan (Bumi Sehat — Manusia Sejahtera).
Bencana dan pandemi berdampak pada hancumya keharmonisan alam dan juga tatanan kehidupan manusia.
Di sana-sini kita melihat lingkungan yang rusak dan kita mendengar jeritan manusia yang menderita.
Gereja mengajak kita untuk tidak menyerah melainkan bangkit dengan semangat iman Paulus (Rm. 8:18-39).
Sebagai orang beriman kita tetap yakin sambil membangun harapan bahwa: “dalam semuanya itu kita lebih daripada orangorang yang menang,” dan karena tidak ada satu jeritanpun yang “memisahkan kita dari kasih Allah” (ay. 37-39).
Di Masa Pra Paskah ini, kita dalami dan perkuat iman kita, supaya pada waktunya kita tampil sebagai pemenang untuk merayakan hari kemenangan terhadap dosa dan maut.
Memasuki Masa Prapaskah ini, mari kita melanjutkan apa yang sudah kita mulaikan dengan penuh semangat pada awal pandemi Covid-19, yaitu: bapacol, batanam, supaya pada waktunya siap bapanen.
Kita melanjutkan gerakan itu sambil memegang spiritualitas ekologis sebagaimana yang sudah dimandatkan dalam Kitab Kejadian : “Beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (I : 28).
