
Sangihe, BeritaManado.com — Kepedulian pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe sungguh patut dipuji.
Pasalnya, ditengah situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang masih melanda Republik Indonesia, termasuk daerah Tampungang Lawo ini, Pihak TNI AL melalui Pangkalan Angakatan Laut (Lanal) Tahuna selalu menjadi bagian dalam membantu Pemerintah Daerah membantu masyarakat yang terdampak pandemi dengan cara membagikan bantuan sosial (bansos) berupa sembako untuk keluarga yang membutuhkan karena keadaan ekonomi yang memburuk pasca wabah ini, hingga kontribusi Lanal Tahuna Tahuna untuk memutus rantai penyebaran pandemi dengan selalu gencar melaksanakan vaksinasi gratis.
Tak sampai disitu saja, Lanal Tahuna sebagai penjaga wilayah maritim di Indonesia khususnya wilayah kepulauan Nusa Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina juga turut andil bagi kelangsungan hidup para warga yang kesehariannya berprofesi sebagai nelayan.
Pada Kamis (21/10/2021) kemarin, Lanal Tahuna menggelar tatap muka bersama Instansi Maritim dan Perwakilan Nelayan Kabupaten Kepulauan Sangihe di Mako Lanal Tahuna, sebagai untuk upaya membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe dan masyarakat dalam hal kemaritiman
Komandan Lanal (Danlanal) Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin MTr Hanla menjelaskan bahwa kegiatan tatap muka sekaligus coffee morning tersebut merupakan inisiatif Lanal Tahuna untuk berdiskusi bersama instansi maritim dan masyarakat nelayan.
“Kegiatan ini sebagai upaya dari TNI Angkatan Laut dalam hal ini adalah Lanal Tahuna untuk membantu Pemkab Sangihe dalam membangun wilayahnya serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat maritim,” jelas Sobarudin
Hal ini lanjut Sobarudin, selaras dengan
salah satu tugas pokok yang diemban TNI AL yakni pembinaan potensi maritim yang dilaksanakan oleh Perwira Potensi Maritim (Paspotmar) Lanal Tahuna melalui Bintara Potensi Maritim (Babinpotmar), mengingat masih ada sebagian kalangan yang masih awam dengan istilah Babinpotmar.
“Kemudian saya sampaikan dalam pemberdayaan wilayah pesisir atau pembinaan potensi maritim tentunya ada peluang dan kendala yang akan dihadapi.
Sehingga harapan bagi kita adalah kendala yang dihadapi ini akan kita jadikan sebagai peluang bagi diri kita dalam hal yang positif, dan harapannya dengan kegiatan ini mampu bersinergi bersama untuk menciptakan peluang di mata pencaharian kita setiap hari,” ujar Danlanal.
Dengan kegiatan tatap muka ini, berbagai pertanyaan serta pernyataan timbul terkait kemaritiman, sehingga kegiatan berlangsung dengan baik.
Turut hadir Perwira dan Staf Lanal Tahuna, Kadis Perikanan dan Kelautan Ir Reintje Tamboto, Perwakilan KUPP Kelas II Tahuna, PSDKP, Beacukai, Imigrasi, SKIPM, Pelaku Usaha Perikanan, Lurah Apegsembeka Edward M, Lurah Bungalawang Irwanto Pokarila, Lurah Santiago Saipul Markus serta Perwakilan Nelayan.
(Erick Sahabat)
