Kabag Adm Perekonomian Setdakab Minsel, Drs Corneles Mononimbar mengaku banyak pangkalan nakal di Minsel. (foto beritamanado)
Mononimbar: Banyak Pangkalan Mitan Nakal
Amurang – Pekan kemarin, Bagian Administrasi Perekonomian Setdakab Minsel memanggil 79 pangkalan se-Minsel. Pasalnya, dari informasi yang dilaporkan, bahwa sebagian besar pangakalan minyak tanah menjual diatas HET. Maka dari itu, kami memanggil dan meminta klarifikasi.
Kepala Bagian Administrasi Setdakab Minsel Drs Corneles Mononimbar kepada beritamanado, Selasa (21/2) siang tadi membenarkannya. ‘’Ya bahwa kami telah menerima laporan bahwa sebagian besar pangkalan di Minsel menjual minyak tanah diatas HET. Padahal, penghentian subsidi pemerintah belum selesai,’’ ujar Mononimbar.
Maka dari itu, saya tegaskan bahwa bila nantinya kami melihat langsung maka ijin pangkalan tersebut langsung dicabut. Menurutnya, subsidi pemerintah kan masih berlaku. Dengan demikian, pangkalan minyak tanah tetap menjual sesuai HET yaitu Rp 3.300/liter.
‘’Kalau pun ditemukan, maka ijin pangkalan langsung dicabut. Sebab, nyata hal diatas sudah melanggar aturan. Soal pemanggilan 79 pangkalan di Minsel, Mononimbar menjelaskan itu benar. Bahkan kami langsung menyampaikan keluhan konsumen soal penjualan mitan diatas HET,’’ tegasnya.
Ditambahkannya, karena subsidi mitan oleh pemerintah masih berlangsung. Dengan demikian, pangkalan tak bisa menjual seenaknya. Kalau juga ditemukan atau ada laporan jelas maka dipastikan ijin pangkalan langsung dicabut segera.
Ditanya soal salah satu pangkalan non subsidi dari 79 pangkalan di Minsel masih beroperasi? Mononimbar menjelaskan, kalau itu dengan sendirinya dicabut. Mitan non subsidi yang ada juga ditarik ke Depot Bitung.
‘’Yang pasti, jumlah pangkalan mitan di Minsel tetap 79. Dan semua beroperasi sesuai mekanisme yang berlaku. Namun penegasannya, bahwa bila kedapanan pangkalan menjual mitan diatas HET langsung dicabut ijinnya,’’ tegas mantan Kabag Ortal ini. (and)

