
Manado, BeritaManado.com — RSUP Prof Dr R D Kandou Manado sukses menggelar seminar bertajuk “Bulan Bedah Anak: Kenali Kelainan Bawaan pada Anak” di aula lantai dua kantor administrasi, Minggu (6/10/2024).
Acara ini merupakan bagian dari peringatan Bulan Bedah Anak Nasional yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui platform Zoom.
Seminar dibuka oleh Direktur Utama RS Kandou, Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes, diwakili oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS.
Seminar ini menghadirkan lima narasumber yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Dr dr Harsali Lampus, Sp.BA, Subsp.DA (K), narasumber yang merupakan seorang ahli bedah anak, membawakan materi tentang “Mengenal dan Deteksi Dini Kelainan Bedah Anak untuk Masyarakat Awam.”
Di pihak lain, Dr. Candy Sp.BA, SubSp.Bped (K), juga membawakan tema serupa dan fokus pada penanganan serta deteksi dini kelainan bawaan.
Sementara itu, Dr. dr. Joice Sondakh, Sp.OG, Subsp.Obsginos dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang “Pemeriksaan Kehamilan untuk Deteksi Dini Kelainan pada Bayi.”
Dia memberikan wawasan tentang langkah-langkah pencegahan selama kehamilan.
Sementara itu, Dr. Jose Mandey, Sp.A (K), membahas tentang skrining kelainan bawaan pada bayi, dan Dr. dr. Johnny Lambert Rompis, Sp.A (K), fokus akan bahaya tersedak pada anak.
Adapun dalam sambutannya, dr Jehezkiel Panjaitan mengapresiasi tim panitia yang telah berhasil menyelenggarakan acara ini.
“Ini bentuk kepedulian rumah sakit Kandou terhadap kesehatan di Sulawesi Utara, khususnya untuk anak-anak,” ungkap dr Jehezkiel Panjaitan.
Dia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memahami dan mencegah kelainan bawaan, agar generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan berkualitas.
“Sebab anak merupakan bonus demografi (usia produktif jauh lebih banyak,red) ke depan. Jadi bagaimana kita mendorong lahirnya generasi ke depan yang tak hanya berkualitas, tapi dalam kondisi sehat saat mencapai usia produktifnya,” pungkasnya.
Dirinya berharap kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam hal ini orang tua sehingga bisa melakukan deteksi dini kelainan bawaan pada anak.
Dengan mengenali tanda kelainan bawaan dari anak sejak dini, dirinya berharap bisa diambil langkah pemulihan atau peluang pengobatan yang lebih baik terhadap anak.
“Sehingga bonus demografi yang digadang-gadang itu memang betul-betul berkualitas dan kesehatannya baik,” tandasnya.
Ketua Panitia, Dr Harsali Lampus, menyatakan bahwa seminar ini adalah salah satu dari berbagai kegiatan dalam rangka Bulan Bedah Anak Nasional.
“Hal ini sebagai wujud pengabdian tenaga medis dan kesehatan di bidang bedah anak,” katanya.
