
Manado, BeritaManado.com – Dalam rahmat Allah Tritunggal Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyelenggarakan pertemuan tahunan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) pada 26 – 29 Januari 2024 di Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.
343 peserta mengalami keramahtamahan Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) dan PGI Wilayah Sumatera Barat yang menjadi tuan dan puan pertemuan.
Kami juga mensyukuri topangan dan kehadiran pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Sekretaris Umum Dewan Gereja Sedunia.
Kita bersyukur atas perkembangan positif dalam kehidupan ekumenis kita khususnya
partisipasi penuh gereja anggota sebagai tuan dan nyonya rumah dalam mendukung program kerja PGI yang dilaksanakan di beberapa wilayah.
Laporan MPH juga menunjukkan keadaan keuangan yang lebih baik dalam rumah bersama kita.
Hal ini memberikan harapan bagi ziarah gereja-gereja di Indonesia sebagai sesama murid Kristus yang bersaksi tentang iman, harapan, dan cinta kasih dalam dunia milik Allah.
Gereja-gereja di Indonesia berkomitmen untuk terus berziarah bersama komunitas ekumenis global untuk keadilan, rekonsiliasi, dan kesatuan berhadapan dengan krisis multidimensional (poly-crisis) dalam dunia hari ini.
Peserta sidang menikmati alam Mentawai yang indah sekaligus prihatin terhadap pembangunan infrastruktur yang sangat terbatas di pulau ini.
Di gegap gempita pembangunan infrastruktur bangsa, Mentawai seperti terlupakan.
Pengabaian pembangunan Mentawai merupakan bentuk kekerasan struktural yang dapat melumpuhkan daya masyarakat membangun hidup dan alamnya.
Persidangan meminta kepada pemerintah nasional maupun daerah untuk memperhatikan dan mendukung pembangunan daerah ini dengan cara memberdayakan masyarakatnya.
Pembangunan ekonomi, termasuk melalui pariwisata, di daerah yang kaya sumber daya alam ini tidak boleh dengan cara mengeksploitasi alam dan membiarkan masyarakat sekedar sebagai penonton.
Bangsa kita perlu menghargai dan belajar secara kritis dari kearifan lokal masyarakat adat sebagai salah satu sumber hikmat membangun peradaban bangsa.
Persidangan juga mengucapkan terima kasih kepada gereja-gereja anggota PGI dan berbagai mitra ekumenis yang telah memulai memberikan perhatian dan dukungan kepada warga gereja dan masyarakat di Mentawai.
Pada saat yang sama, Sidang ini mendorong gereja-gereja anggota PGI dan berbagai mitra ekumenis yang lain untuk terlibat dalam pemberdayaan masyarakat Mentawai secara holistik.
Pikiran pokok sidang ini adalah “Spiritualitas Keugaharian: Membangun Kehidupan
yang Demokratis dan Berkeadilan Serta Politik yang Bermoral dan Beretika”.
