Amurang – Salah satu yang menarik perhatian warga maupun para pejabat dalam pawai pembangunan Minsel yakni satu kendaraan pick-up yang merupakan peserta dari desa Tewasen kecamatan Amurang Barat.
Betapa tidak, kendaraan yang mengikuti pawai tersebut memamerkan batu akik yang dinamakan batu Tewasen. Selain bongkahan-bongkahan batu yang memiliki dua jenis tersebut, juga ada yang sudah dibuat kalung.
Usai mengikuti pawai Kumtua Desa Tewasen Jantje Masinambow ketika diwawancara melalui Sekdes-nya Deyti Kalalo mengungkapkan jika batu yang dipamerkan ini merupakan batu asli Tewasen, yang pertama kali ditemukan warga di dua perkebunan didesa tersebut.
Dua jenis batu ini dinamakan Batu Panca Warna yang tampilannya mencapai 9 warna, kemudian yang putih mengkristal dinamakan Batu Putri Salju Tewasen.
Dalam jalannya pawai, terlihat beberapa kali warga mengerumuni kendaraan dari desa Tewasen tersebut.
Bahkan saat didepan panggung kehormatan, bongkahan batu maupun yang sudah dibuat mata kalung turut diberikan kepada Bupati Tetty Paruntu.
Berdasarkan informasi, dua jenis batu tersebut kini sudah mulai dipasarkan keluar, yang pemiliknya bukan pemerintah melainkan keluarga pemilik kebun dimana kedua jenis batu tersebut ditemukan. (sanlylendongan)
