Berita Utama

Bakti Kemanusiaan di Perairan Talise: Puskesmas Laut Pemkab Minut Heroik Evakuasi Korban KM Barcelona VA

Bakti Kemanusiaan di Perairan Talise: Puskesmas Laut Pemkab Minut Heroik Evakuasi Korban KM Barcelona VA
Di tengah kepanikan, gerak cepat Puskesmas Laut milik Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, menjadi sorotan utama dalam upaya heroik menyelamatkan nyawa. Foto: Ist

BeritaManado.com — Kobaran api yang melahap Kapal Barcelona VA di perairan Talise, Minggu (20/7/2025) tak hanya menyisakan duka, namun menorehkan kisah inspiratif tentang kemanusiaan yang tak terhingga.

Di tengah kepanikan, gerak cepat Puskesmas Laut milik Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, menjadi sorotan utama dalam upaya heroik menyelamatkan nyawa.

Saat insiden memilukan itu, seluruh mata tertuju pada penanganan korban, tanggung jawab pihak kapal, dan gelombang bantuan dari berbagai penjuru.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah respons kilat Ambulans Laut Puskesmas Mubune.

Perahu khusus ini, yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di daerah kepulauan, langsung meluncur tanpa ragu menuju lokasi kejadian.

Gbl. Parman Manderos, Ketua PMS KGPM “Eben Heazer” Tanah Putih, Likupang Barat, Minahasa Utara, menjadi salah satu saksi kunci sekaligus pelaku dalam drama penyelamatan ini.

Ia yang saat itu sedang berada di Desa Tarabitan untuk acara pengucapan syukur, segera bergegas menuju Pelabuhan Serei begitu mendengar kabar.

“Begitu saya tiba di Serei, Ambulans Laut Puskesmas Mubune sudah bersiap untuk mengevakuasi korban,” terang Gbl. Parman kepada BeritaManado.com pada Senin (21/7/2025).

“Kami pun segera bergabung. Di lokasi, sudah banyak sekali perahu nelayan, dari yang kecil hingga besar, terutama dari Gangga dan Talise, sibuk mengevakuasi korban. Kami memprioritaskan mereka yang membutuhkan pertolongan medis dan anak-anak,” lanjutnya.

Momen menegangkan itu juga ia dokumentasikan melalui siaran langsung di Facebook pribadinya, memungkinkan keluarga korban memantau langsung situasi dan proses evakuasi.

Gbl. Parman mengaku takjub dengan dedikasi para nelayan.

Tanpa perlu komando, tanpa menunggu aba-aba, mereka langsung bergerak cepat bolak-balik menolong para korban yang terombang-ambing di laut.

Sebagian besar korban dievakuasi ke Pulau Talise dan Gangga, sementara sebagian lainnya menuju Pelabuhan Serei, markas Bakamla.

Lebih lanjut, ia memuji kecepatan koordinasi untuk mendirikan dapur umum sementara.

Pemerintah Desa Serei langsung bergerak sigap berkoordinasi dengan masyarakat untuk menyediakan makanan dan minuman.

Kondisi korban yang lemas setelah lebih dari satu jam terombang-ambing di laut menjadi prioritas utama.

Masyarakat Desa Serei dan sekitarnya, termasuk Tarabitan, bahu-membahu membantu.

Bahkan, acara pengucapan syukur yang awalnya digelar di rumah-rumah dipindahkan ke Pelabuhan Serei demi memastikan para korban dapat segera memulihkan tenaga.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara