Manado – Pasca rapat pleno akhir pekan lalu, perlahan borok personil DPD 1 KNPI Sulut mulai terkuak. Bayangkan saja, ada oknum pengurus KNPI Sulut mendapat jatah ‘terbang’ keluar daerah berbanderol Rp 65 juta.
Bendahara KNPI Sulut, Frederick Makagansa ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu dengan dana-dana itu.
“Saya tidak tahu dan tidak terlibat sama sekali. Silahkan cek ke Biro Kesra Pemprov Sulut. Waktu lalu dari Biro Kesra minta saya jelaskan prosedur pencairan ke sejumlah oknum pengurus KNPI,” terang putra sulung Bupati Sangihe, HR Makagansa.
Lanjut dia, sepertinya Biro Kesra didesak para pengurus tadi untuk mencairkan dana tersebut. “Sekali lagi saya tidak pernah terlibat. Karena itu yang menandatangani bukan bendahara tapi para oknum pengurus tersebut. Silahkan cek ke Biro Kesra kalau tidak percaya,” bebernya. (aha)

Mental-mental bagitu kong mo bacalon jadi anggota DPR..?
Kasiang klo ada orang mo pilih…
“JAgo Cuma KOrupsi”
Bongkar!!!!!mar kage Jacko terlibat…heee…udang n ketang
KNPI merupakan salah satu organisasi pemuda di indonesia yang sifatnya organisasi Subsidi bukan organisasi mandiri, organisasi macam KNPI cuma beking beban jo di APBD, coba cek di bagian sosial dorang pe proposal paling banyak, klo bicara soal kegiatan KNPI cuma jadi mesin politik partai/pemilihan pemimpin daerah.
So jadi apa le ini KNPI Sulut? Awas jangan beking malu pemuda neh
Bagaimana Tidak mau korupsi di KNPI masih di pakai dalam pengurus orang orang lama yang nota bane antek antek pengurus lama yang doyan pake uang Organisasi seenaknya. Bung Jacko buka mata jangan piara singa dalam organisasi KNPI putar bale samua dorang secepatnya di reshuffle