Berita Utama

ASN BRIN Demo di Kantor Sendiri, Begini Tuntutannya

Tuntutan Warga BRIN dan Masyarakat Iptek dalam “Mimbar Akademik Penyelamatan Aset dan Masa Depan Iptek Nasional”

1. Pemberhentian dengan segera dan dengan secepat-cepatnya Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dan kroni-kroninya;

2. Menuntut pertanggungjawaban secara hukum Kepala BRIN dan kroni-kroninya atas kehancuran aset dan masa depan IPTEK Nasional yang menyebabkan kerugian Negara;

3. Anulir kebijakan-kebijakan Kepala BRIN yang dilakukan secara sepihak, tidak bertanggung jawab, dan sewenang-wenang;

4. Pemulihan ekosistem IPTEK Nasional yang telah dihancurkan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dan kroni-kroninya;

5. Hentikan pengelolaan dan tata kelola BRIN yang sentralistik.

“Demikian kami sampaikan, agar mendapatkan perhatian sedalam-dalamnya dengan teriring rasa hormat kami setinggi-tingginya,” katanya.

BRIN Minta Warga Waspada Penularan Brucellosis

Di sisi lain, Peneliti Pusat Riset Veteriner (PRV) Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Susan M. Noor meminta masyarakat untuk mewaspadai penularan infeksi zoonosis brucellosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“Brucellosis ini sangat luas ya space-nya, karena menyerang hewan ternak dan juga satwa liar,” katanya dalam diskusi terkait pencegahan zoonosis yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Susan memaparkan terdapat tiga bakteri Brucella yang umumnya menyerang hewan, di antaranya Brucella abortus (umumnya terjadi pada sapi), Brucella melitensis (umumnya terjadi pada domba/kambing), dan Brucella suis (umumnya terjadi pada babi).

Berdasarkan riset, ungkapnya, infeksi brucellosis memiliki berbagai cara penularan dari hewan ke manusia.

“Sebetulnya mungkin banyak yang tidak benar-benar sadar bahwa kita bisa terinfeksi, bisa melalui kotak langsung misalkan kita ke lapangan, kontak dengan hewan-hewan yang melahirkan, juga dari darahnya, dan kotorannya. Kemudian pada waktu kita mengonsumsi produk yang tidak dipasteurisasi juga akan menyebabkan terinfeksi,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Di samping melalui kontak langsung, jelas Susan, penularan melalui udara juga bisa terjadi dalam infeksi brucellosis ini.

Menurut dia, kondisi yang seperti ini seharusnya menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat, terutama para peternak untuk dapat memisahkan hewan ternak dengan tempat tinggalnya.

Lanjut dia, para peternak juga harus memiliki kandang khusus untuk mengisolasi hewan yang terinfeksi brucellosis.

“Penanganan dalam pengendalian brucellosis itu biasanya berkenaan dengan masalah kebersihan, itu karena kita sulit sekali mendapatkan kandang yang bersih. Kemudian masalah disinfeksi, itu kebanyakan rata-rata kita ketahui peternak pun hanya menggunakan air, jarang sekali dia menggunakan disinfektan,” paparnya.

Susan juga menyoroti terhadap manajemen kelahiran hewan yang kurang baik. Ia menilai setiap kelahiran hewan ternak merupakan peristiwa berisiko tinggi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara