Bisnis dan Ekonomi

Aset Tembus Rp276 Triliun, LPS Siap Lakukan “Great Leap” di Tahun 2026

Aset Tembus Rp276 Triliun, LPS Siap Lakukan “Great Leap” di Tahun 2026
Konferensi pers LPS

Jakarta, BeritaManado.com — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan aset dan surplus yang signifikan, serta menyiapkan sejumlah program strategis pada 2026.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menyampaikan bahwa total aset LPS pada 2025 meningkat 13,6 persen menjadi Rp276,2 triliun (unaudited).

LPS juga membukukan surplus sebesar Rp33,8 triliun atau naik 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Cadangan Penjaminan meningkat 13,3 persen menjadi Rp213,4 triliun.

Dalam perannya menjaga stabilitas sistem keuangan, LPS telah melakukan resolusi bank melalui likuidasi terhadap 1 bank umum, 130 BPR, dan 16 BPRS, serta melakukan penempatan modal sementara dan konversi modal (bail-in) pada beberapa bank.

Proses pembayaran klaim kepada nasabah pun semakin cepat, dengan rata-rata waktu pembayaran klaim pertama kini hanya 5 hari kerja.

Selain itu, LPS turut mendukung perekonomian nasional melalui pembayaran pajak sebesar Rp3 triliun serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp51,4 triliun sepanjang 2025.

Melalui program LPS Peduli, LPS juga menyalurkan bantuan tanggap bencana dengan total nilai Rp1,4 miliar.

Memasuki 2026, LPS menyiapkan program strategis, termasuk akselerasi persiapan penjaminan polis yang ditargetkan berjalan pada 2027, penguatan IT BPR, serta peningkatan literasi keuangan untuk menekan angka masyarakat unbanked.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa 2026 akan menjadi momentum lompatan besar bagi LPS.

“Tahun 2026 merupakan the Great Leap bagi LPS untuk menjadi lembaga resolusi yang terdepan dan terpercaya di kawasan regional,” kata Anggito.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara