Menurut dia, meski Jokowi sudah tak menjadi presiden, tapi ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu tetap dianggapnya bos.
“Silaturahmi sama bekas bos saya, sekarang masih bos saya. Saya sehat, beliau sehat dan minta arahan-arahan. Banyak sekali saya harus belajar. Ya kemajuan KKP,” tuturnya.
Sejumlah menteri dan partai koalisi Prabowo-Gibran sudah membantah bahwa perintah merapatkan barisan berkaitan dengan isu matahari kembar.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah hal tersebut.
“Enggak ada lah itu (mata hari kembar),” kata Prasetyo, Senin (21/4).
Juru bicara Presiden Prabowo itu menilai kedatangan para menteri ke kediaman Jokowi merupakan hal yang wajar.
Mengingat Jokowi adalah bekas presiden, dan pernah menjabat kepala pemerintahan selama dua periode.
“Lebaran kan wajar-wajar saja bersilaturahmi,” imbuhnya.
Matahari Tunggal di Titik Eksekusi
Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Indaru Setyo Nurprojo menilai isu matahari kembar menjadi sorotan karena relasi antara Prabowo dengan Jokowi.
Serta dikuatkan dengan masih banyak menteri era Jokowi menjabat di pemerintahan Prabowo.
Sejumlah menteri yang sowan merupakan mantan menteri Jokowi selama menjabat dua periode.
Misalnya Sri Mulyani, dari awal Jokowi menjabat hingga pemerintahan Prabowo masih menempati posisi menteri keuangan.
Begitu pula dengan Budi Arie dari Menteri Komunikasi dan Informatika era Jokowi, kini menjabat Menteri Koperasi di Pemerintahan Prabowo.
Selain itu, Prabowo memiliki tagline pemerintahan keberlanjutan dari kepemimpinan Jokowi.
Seperti program makan bergizi gratis (MBG), aturannya yang berupa Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional ditandangani Jokowi pada 15 Agustus, sesaat sebelum lengser.
Pun pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dimulai di pemerintahan Jokowi yang dilanjutkan Prabowo.
Menurut Indaru, diakui atau tidak Prabowo tak bisa melepaskan diri dari Jokowi.
