Berita Utama

Apa Maksud Presiden Prabowo Subianto “Rapatkan Barisan” di Tengah Isu Matahari Kembar?

Apa Maksud Presiden Prabowo Subianto "Rapatkan Barisan" di Tengah Isu Matahari Kembar?
Presiden Prabowo Subianto saat dijumpai awak media (courtesy of Suara.com)

Manado, BeritaManado.com — Presiden Prabowo Subianto meminta para pembantunya di Kabinet Merah Putih merapatkan barisan.

Pesan itu muncul di tengah isu ‘matahari kembar’ pasca sejumlah menteri sowan ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo pada saat lebaran Idulfitri lalu.

Lantas apa maksud instruksi Prabowo kepada para menteri merapatkan barisan?

Perintah Presiden Prabowo Subianto agar para menteri merapatkan barisan diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Hal itu disampaikan Cak Imin dalam acara halal bihalal di rumah dinasnya di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Minggu, 21 April 2025.

Sejumlah menteri hingga pimpinan DPR RI turut hadir dalam acara tersebut. Namun, tak tak ada Prabowo.

Cak Imin mengatakan bahwa Prabowo sudah menelponnya dan menitipkan pesan.

“Pak Presiden menelpon saya, menyampaikan selamat halal bihalal hari ini dan meminta kepada sesama menteri untuk terus merapatkan barisan,” katanya.

Cak Imin menuturkan, halal bihalal itu tak hanya sekadar acara silaturahmi dan saling maaf-maafan, tapi bagian dari konsoliodasi untuk memperkuat pola kerja menteri di bawah kepemimpinan Prabowo.

Pesan Prabowo yang disampaikan kepada Cak Imin itu pun dikaitkan dengan isu matahari kembar.

Istilah itu disampaikan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera yang menanggapi sejumlah menteri Prabowo sowan ke Jokowi pada saat lebaran.

“Yang pertama tentu silaturahmi tetap baik, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” kata Mardani, Jumat (11/4) lalu.

Dia mengingatkan, kepala negara saat ini adalah Prabowo Subianto. Meski pun Prabowo tak akan tersinggung dengan kunjungan para menteri ke kediaman Jokowi.

“Jangan ada matahari kembar. Satu matahari saja lagi berat, apalagi kalau dua gitu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui setidaknya terdapat delapan menteri Prabowo yang berkunjung ke rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah pada saat lebaran.

Pada hari raya pertama, ada Menteri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Setelah itu menyusul Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Trenggono yang berkunjung pada 11 April mengatakan kedatangannya untuk bersilaturahmi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara