
Manado, BeritaManado.com — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Fransiscus Andi Silangen mendorong masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) agar mampu keluar dari kemiskinan.
Menurut Andi, salah satu kebijakan dari Kementerian Sosial adalah untuk mensinergiskan program PKH dengan program pemberdayaan masyarakat seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBe) yang bertujuan agar para penerima PKH bisa meningkat status sosialnya lewat usaha.
“Jadi ada kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Kube. Nah, selama ini kan penerima manfaat PKH ini tidak mendapat KUBe,” ungkap Andi.
Lanjut Andi, program-program pemberdayaan perlindungan dan rehabilitasi itu disinergiskan, tetapi anggaran untuk bantuan sosial dikurangi dan itu merupakan kebijakan Kementerian Sosial saat ini.
“Kalau ini bisa, maka akan ada peningkatan. Sehingga, penerima PKH ini bisa keluar dari penerima manfaat ini secara gradual,” kata Andi.
Tak hanya itu, Ketua DPRD Provinsi Sulut juga menjelaskan yang menjadi fokus pemerintah dan DPRD ke depan supaya masyarakat tidak menjadi masyarakat yang bermental bantuan, tetapi menciptakan masyarakat yang menjadi subjek pembangunan bukan objek pembangunan.
“Kalau objek itu menjadi penerima bantuan terus. Mentalnya hanya menerima bantuan tetapi tidak ada usaha. Sebenarnya, tidak ada orang yang miskin yang ada adalah orang yang malas,” terang Andi.
Andi menambahkan, dikepulauan, hampir semua orang pendatang mampu dan berhasil contohnya di Kabupaten Sangihe, yang menguasai ekonomi semua adalah orang yang datang dari luar sangihe.
“Jadi kerja keras akan mendatangkan keberhasilan karena jika kita berusaha, janji Tuhan pasti akan diberkati,” tutup Andi.
(Erdysep Dirangga)
