Minsel

Amurang Alami Pertumbuhan Cepat

Amurang—Saat ini, PT LAPI Institute Teknologi Bandung (ITB) sedang mengerjakan proyek Master Plan Kota Amurang. Menyusul hal ini ternyata Kota Amurang-Kabupaten Minahasa Selatan telah mengalami pertumbuhan yang cepat.

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Fisik dan Prasarana Bappeda Minsel Ir Tommy F Tambun menjelaskan, kalau saat ini PT LAPI ITB sementara menyusun Master Plan Kota Amurang. ‘’Ternyata, Kota Amurang telah mengalami pertumbuhan yang cepat,’’ demikian kata Tambun, seperti dikutip pernyataan konsultan PT LAPI ITB Tatang Suhardi.

Menurut Tambun, latar belakang Master Plan Kota Amurang, Minsel harus memiliki RTRW. Namun demikian, pertumbuhan fisik tidak sesuai dengan RTRW. Olehnya, perlu pengaturan lebih khusus dari segi rencana detail kawasan.

‘’Penyusunan Master Plan Kota Amurang, merupakan penjabaran dari rencana umum tata ruang wilayah dalam rencana pemanfaatan ruang kawasan. Selain itu, penyusunan Master Plan Kota Amurang diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan peraturan zonasi,’’ jelasnya.

Termasuk, untuk memberikan arahan terhadap pemanfaatan bahan sesuai RTRW yang berlaku. Serta arahan perwujudan penataan ruang kawasan yang lebih rinci untuk melengkapi peraturan yang ada.

‘’Jadi, kami berharap PT LAPI ITB dan Pemkab Minsel akan bersinergi untuk membuat Master Plan Kota Amurang dengan baik. Sebab, melalui penyusunan Master Plan Kota Amurang, diharapkan pula Kota Amurang dan Kabupaten Minsel akan lebih baik lagi,’’ jelas Tambun. (and)

4 tanggapan untuk “Amurang Alami Pertumbuhan Cepat”

  1. kasian dong kita semua dipaksa blanja dimal padahal tidak sesuai dengan keadaan ekonomi rakyatnya. Sampai kapan pemimpin kita mau memikirkan kepentingan masyarakt dulu ketimbang popularitas diri. Coba dibuat dulu statistik berapa penghasilan rata2 penduduk bagaimana kedaan pasar rumah dsb. Baru pikir mall. Semoga Tuhan mau mengirim Roh Kudusnya supaya fikirang pemimpin bisa diberi pencerahan. Saya lihat begitu banyak orang masih hidup dibawah garis kemiskinan, tidak ada pelayanan kesehatan yang baik, pendidikan yang masih semrawut kok pikir mal??

  2. Ndak sesuai tata ruang kwa bapaksa….cuma ley alasan mo iko Tetty pe mau beking MALL…sobilang Amurang berubah…..capedehhhh

  3. RTRW harus menyertakan masyarakat krn mereka disana yg banyak tau bgm sebaiknya suatu wilayah dibangun. Jgn seenaknya konsultan sebab ada lokasi2 tertentu mempunyai nilai budaya yg hanya diketahui oleh warga masyarakat yg mendiami. Tirulah contoh yg baik, itulah gunanya study banding bagi anggota. DPRD dan birokrat disana. Jokowi dlm membangun Solo selalu menyertakan tokoh2 masyarakat, sebab blm tentu tokoh2 itu ada duduk sbg anggota DPRD

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara