Politik dan Pemerintahan

Ampuhnya Jurus Youtube Humas Pemprov DKI Jakarta

Ahok Menerima Paparan PU diunggah di Youtube
Wagub DKI Basuki Purnama (Ahok) Menerima Paparan PU, di Youtube

Manado – Pernah menonton video di Youtube berjudul “08 Nov 2012 Wagub Bpk. Basuki T. Purnama Menerima Paparan Dinas Pekerjaan Umum”? rekaman itu diunggah oleh tim Humas Pemprov DK Jakarta.

Keinginan masyarakat Indonesia menyaksikan bagaimana Ahok melakukan perubahan untuk Jakarta, terlihat dari yang menonton video tersebut sebanyak 1,282,657 viewers. Yang menyukainya sebanyak 14.553 viewers dan tidak disukai oleh 208 viewers.

“Kami enggak bisa ngomong kalau ide pembentukan akun tersebut adalah ide dari Diskominfomas DKI. Karena memang tugas Humas DKI itu adalah mengomunikasikan kerja Pemprov DKI sebagai pelayanan informasi. Kami melihat layanan informasi enggak seperti sebelumnya yang konvensional, seperti cetak, TV, dan radio. Dengan teknologi yang ada sekarang, sudah kami kembangkan itu,” kata Kepala Bidang Media Massa Dinas Komunikasi Informatika dan Masyarakat (Diskominfomas) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Rinta Imron, beberapa waktu lalu, seperti diberitakan Kompas.com.

Tak perlu persiapan khusus. Sumber daya dalam tim Humas DKI merupakan staf lama yang notabene bukan ahli di bidang IT atau sinematografi. Mereka kerja bermodal semangat dan tanggung jawab, mengingat kinerja dan gerak kedua pemimpin ibukota, Jokowi-Ahok, termasuk berintensitas tinggi.

Kami sama sekali tidak ada persiapan khusus, kami bekerja mengalir saja. Penggunaan media melalui YouTube itu tidak susah. Bisa kami ambil contoh citizen journalism yang mengambil gambar melalui handphone atau seperti kasus Norman Kamaru, itu hal yang biasa – Rinta Imron, Kepala Bidang Media Massa Dinas Komunikasi Informatika dan Masyarakat (Diskominfomas) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Namun begitu hasil kerja tim Humas menuai apresiasi tinggi dari masyarakat yang ingin tahu langsung program pemimpin Jakarta. Sehingga Diskominfomas DKI terus mendokumentasikan apa saja informasi penting demi transparansi dalam pemerintahan Jokowi-Ahok.

“Sejauh ini kami melihat opini publik cukup baik. Kami berharap masyarakat kita yang berkomentar untuk tetap menjaga tata krama dan sopan santun. Namun, memang komentarnya tetap kami saring kalau memang kami nilai terlalu vulgar dan kalimatnya melanggar norma. Sama-sama saja menghargai posisi orang. Kalau ada komentar jelek untuk satu pihak, sepanjang masih dalam konteks permasalahan ya enggak apa-apa,” ujarnya. (kmc/ady putong)

Baca juga:

Komentar ditutup.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara