
SOLO – Barangkali kesal pernyataan yang dilontarkan Jimmy Endey, sehingga Sekjen (Sekretaris Jenderal) Zulmansyah Sekedang buka suara.
Kata Cak Zul – sapaan akrab Sekjen PWI yang baru ini, bahwa kisruh dualisme pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di daerah-daerah tetap akan diselesaikan sebaik mungkin.
“Hindari kegaduhan. Sudah dua daerah yang berhasil diselesaikan, yaitu PWI Kepri dan Jawa Barat. Lainnya menyusul termasuk PWI Sulut,” ungkap Sekjen Zulmansyah Sekedang di teras Hotel Sahid, Solo, Jawa Tengah, Sabtu, (04/10), malam.
Mantan Ketum PWI versi Kongres Luar Biasa (KLB) ini menjelaskan, setelah Kepri dan Jawa Barat segera akan disusul penyelesaian kepengurusan daerah lainnya.
“Soal berita yang di Minahasa Utara, itu memang tidak pada tempatnya. Lagian pemberi pernyataan bukan orang yang membidangi. Untuk penyelesaian dualisme, tetap akan ada jalur serta solusinya,” kata Zulmansyah.
Di tempat yang sama, Ketua Umum (Ketum) PWI, Akhmad Munir juga menanggapi pernyataan Jimmy Endey yang baru saja ikut dilantik.
“Iyaa, terburu-buru dan tidak sesuai tupoksi. Penyelesaian dualisme akan ditangani sebaik mungkin oleh Bidang Pembinaan Daerah yang diketuai Mirza Zulhadi. Bidang inilah yang punya wewenang menangani dualisme pengurus PWI di daerah-daerah,” jelas Munir sembari mengingatkan jajarannya bertindak sesuai tupoksi.
Akhmad Munir yang baru dilantik sebagai Ketum PWI mengungkapkan solusi ricuhnya dualisme pengurusan PWI di daerah-daerah.
“Penyelesaian dualisme hanya akan ditempuh dengan cara rekonsiliasi antara dua belah pihak,” tegasnya.
Penanganannya, kata dia, akan dilakukan secara komprehensif dan tidak ada yang merasa tersisihkan.
Sebelumnya Jimmy Endey Wakil Ketua II Departemen Kajian dan Litbang PWI yang baru dilantik, via salah satu media online melontarkan pernyataan soal penyelesaian dualisme.
Lucunya, berita tersebut tergolong tendensius oleh sumber berita oleh pihak yang sama sekali tak punya wewenang.
(***/rds)
