Berita Utama

Aduh! Tomohon Zona Merah Lagi, Wiku Adisasmito: Warga Lengah

Aduh! Tomohon Zona Merah Lagi, Wiku Adisasmito: Warga Lengah
Peta Risiko per 8 November 2020

Manado, BeritaManado.com — Sempat turun ke risiko sedang, kini Kota Tomohon kembali berstatus zona merah.

Artinya wilayah ini menjadi satu-satunya dengan penyebaran tinggi Covid-19 di Sulut.

Dalam Peta Risiko per 8 November, sebagian besar kabupaten/kota di Sulut didominas zona oranye.

Hanya Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, Bolaang Mongondow (Bolmong) Utara dan Bolmong Selatan memiliki area zona kuning.

Secara umum, perkembangan penanganan Covid-19 terjadi peningkatan signifikan pada zona merah, dimana bertambah menjadi 27 kabupaten/kota.

Sementara zona oranye menurun menjadi 370, zona kuning juga turun jadi 97 kabupaten/kota dan zona hijau (tidak ada kasus baru) meningkat dari delapan menjadi sembilan kabupaten/kota.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, perkembangan pekan ini terlihat terpantau kurang baik.

“Sangat disayangkan, terdapat 33 kabupaten/kota yang sebelumnya zona kuning berpindah oranye,” katanya.

Yang menjadi sorotan pada 19 kabupaten/kota karena berpindah dari oranye ke merah.

Padahal, jika sebelumnya di zona oranye seharusnya ke kuning.

“Apabila masyarakat dan pemerintah daerah lengah, maka kabupaten/kota di zona oranye dapat berpindah ke zona merah. Dan ini terjadi. Berarti masyarakatnya benar-benar lengah,” tegas Wiku.

Adapun 19 daerah yang dimaksud, kata dia, diantaranya Kota Bengkulu, Bantul, Karawang, Bekasi, Cilacap, Magelang, Karanganyar, Semarang, Kota Tegal, Tanah Bumbu, Kotawaringin Timur, Sukamara, Sumbawa, Kota Bima, Kota Kupang, Banggai Kepulauan, Kota Tomohon, Tanah Datar dan Kota Gunungsitoli.

Ia menyayangkan hal ini terjadi.

Wiku berharap, daerah-daerah dimaksud segera mengevaluasi penerapan protokol kesehatan.

Masyarakat harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Sementara pemerintah setempat mesti menegakkan disiplin kepada masyarakat yang masih abai.

“Selain itu tingkatkan 3T, sehingga deteksi dini. Ingat penanganan Covid-19 tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

(Alfrits Semen)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara