Berita Utama

Aditya Duga Kesehatan Jiwa Pemerkosa dan Pembunuh Terganggu

Aditya Duga Kesehatan Jiwa Pemerkosa dan Pembunuh Terganggu
Aditya Didi Moha di ruang kerja DPR RI (foto beritamanado)

MANADO – Kasus pemerkosaan yang berakhir dengan pembunuhan dengan korban Lindy Melissa Pandoh, menjadi perbincangan hangat banyak kalangan. Anggota DPR RI asal, Aditya Moha Siahaan (ADM), dalam diskusi di grup bbm, mengatakan, penyebab terjadi pemerkosaan, dan pembunuhan ini ada banyak hal.

Namun ADM berpendapat, keseimbangan emosi (otak) akan berpengaruh pada acceptibilitas otak yang menerima, dan mengirimkan informasi serta memerintahkan otak untuk bekerja. Ada banyak faktor yang menyebabkan ketidakseimbangan otak, baik stimulasi disebabkan oleh visualisasi hingga sisi traumatik.

Seperti stresor yang tinggi, kecemasan tinggi, dan asupan gizi kurang. Intinya bisa saja si pelaku mempunyai beban kesibukan pekerjaan, kesemrawutan ekonomi, serta komunikasi yang buruk antara pasangan suami istri (pasutri), bisa menjadi indikasi sakit psikis atau mental. Pada kondisi ini otak menjadi tidak sehat, dan mempengaruhi seluruh organ tubuh termasuk organ reproduksi.

Hanya ADM menambahkan, kejahatan ini juga bisa karena etalase kota yang sudah pada grade kota besar, hingga Manado, dan Sulut secara keseluruhan, makin kompleks dengan dinamisasi kota termasuk kreatifitas kriminalitas dengan kompresi problematika yang sudah pada level kota besar.(del)

12 tanggapan untuk “Aditya Duga Kesehatan Jiwa Pemerkosa dan Pembunuh Terganggu”

  1. Kalo mo vonis sakit jiwa, biarlah ahlinya yg bicara. Silakan diperiksakan ke Dokter Spesialis Jiwa (Psikiater). Kan ada bbrp metode dan tes yg bisa dilakukan. Selanjutnya biarlah hukum yang berbicara. Torang percayakan saja kepada hukum yang berlaku. (Walaupun dalam hati so geram, so berapi2 mo ba teriak hukum mati jo, ato penggal tu tolor…) mar tetap torang cuma bisa ba koment di sini toh? Ok, malam bae jo for samua. Torang sama2 doakan torang pe Manado tercinta, terutama Sulawesi Utara yg trg banggakan.

  2. Opini yang kurang bermutu dari seorang anggota DPR. Pantasan kalah di Bolmong. Gak cocok jadi anggota DPR. Banyak yg lebih layak

  3. Tau apa kwa ni satu ini.. Dia kwa yg stress da kalah di pilkada hehehe (mar nda sampe gila toh?) Hukum mati saja!!!

  4. Prihatin ….

    Pemerkosa dan Pembunuh adalha penyakit Jiwa dan Penyakit Masyarakat.
    Hukuman kurungan mungkin tidak akan memberi efek jera kepada pelaku tapi hukuman yg seberat – beratnya akan membuat pelaku berpikir 1000 kali untuk melakukan kegiatan kriminal seperti perkosaan dan pembunuhan.

    Korban perkosaan (tanpa pembunuhan) mempunyai efek yang sama dengan pembunuhan karena sudah membunuh karakter si korban seumur hidup nya, membawa trauma mendalam akan aksi kekerasan seksual terhadap dirinya dan kepada keluarga .. APALAGI kekerasan seksual seperti pemerkosaan disertai pembunuhan. Mungkin hanya Hukuman Mati yang bisa memberi efek Jera kepada pelaku kasus ini.

    Salam,
    Sam

  5. Ada lebe bagus daripada hukum mati …. biar jo dia maso sel..iko proses hukum indonesia yang plin – plan…baru itu torang orang manado baku tambah doi sewa preman dalam panjara …se abis pa dia di dalam ato …lebe bagus lagi se cacat jo…paling nyanda dia dapa rasa bagemana itu kehilangan….org yang dia bunuh itu sangat produktif dlm arti banyak keluarga masih butuh beliau…itu baru bilang taktik daripada mo paksa hukum mati yang nyanda pernah terjadi di manado

  6. pak dewan kalu mo kase tunjung jago ilmu kedokteran bukn saatnya disini(so pasti ada ratusan ahli2 dn guru anda jga ada di manado) saatnya sekarg mari!!!!!torang sama2 rame2…katakan hukum mati si pelaku tapi sebelumnya disiksa sebisa aparat melalukannya….jangan justru disini pak dewan terkesan membela si pelaku degn mengatakan dia psikopat lah, Sakit Jiwa lah???nah kalu begitu hukum bisa saja membela orang yg sakit jiwa sperti ini bukan???

  7. dia bukang sakit jiwa tapi saki samua.bagus mo hukum mati dia kalakuan sama dengan binatang…orang bagitu nda bisa hidup lagi di dunia..klo di arab so lama dia tapisah badan deng kapala….

  8. .
    ..
    …MO GILA ATO NYANDA …INI MODEL-MODEL BAGINI ..* HUKUM MATI *.
    .
    ..NGONI MO KASE MASO PENJARA INI MODEL BAGINI…PERCUMA !!
    .
    ..
    ..BIAR LEI MO KASE CIRI GIGI PA DIA..BANGKA BENGKO BONGKO LEI…

    ..PERCUMA !!!
    .
    ..
    …PENJARA PALING 5 TAHUN…POTONG REMISI HARI RAYA DENG BERKELAKUAN BAIK…DLL…KALUAR DIA KWA..
    .
    ..KURANG MO TUNGGU TORANG P ANAK DIA MO TETO ABIS ITU… :D
    .
    ..

  9. Terganggu jiwa bagaimana?
    Pelakunya itu normal saja dan berbuat nekad dan itu kriminal..

    Bagimana lei ni pa dewan brondong ini asal ngomong saja.
    Ada ratusan ribu laki2 di sulut yang sibuknya, capenya, ekonominya, hugelnya, gizi kurang, stressnya lebih2 dari si idiot kriminal itu tapi nda main tusuk..

    No excuse!
    Death penalty is appropriate because the killing represent “one of the worst of the worst” criminal conduct.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara