Saat itu, dia menyebut Saddam harus absen dari aktivitas sepak bola selama enam hingga delapan bulan.
Pernyataan tersebut dia berikan kendati sejak awal dirinya tak memiliki latar belakang sebagai dokter.
“Untuk case pada Saddam diwajibkan tindakan selanjutnya yaitu artroskopi rekonstruksi ACL. Jika dia (Saddam) bisa melakukan kontrol penuh terhadap traumatik dengan baik, maka waktu enam bulan sudah bisa kembali. Sebaliknya jika tidak mampu, maka membutuhkan waktu lebih lama lagi selama delapan hingga sepuluh bulan,” ujar Elwizan kala itu.
Sementara, Ernando Ari yang kini jadi andalan Shin Tae Yong (STY) bersama Timnas Indonesia level senior, pernah menjadi korban Elwizan Aminuddin, dampak diagnosis abal-abal lebih menyedihkan.
Pasalnya, dia sempat mendapat rekomendasi yang salah sari sang dokter gadungan ketika dalam tahap pemulihan cedera bahu ketika menjalani training camp (TC) bersama Timnas Indonesia U-19.
Ernando bahkan sempat berencana untuk pensiun dini karena kondisi fisiknya yang memburuk kala itu.
Hal itu tak lepas dari saran sang dokter gadungan yang memintanya untuk beristirahat saja alih-alih menjalani tindakan operasi.
Sang kiper pada akhirnya menjalani operasi cedera bahu pada 19 Agustus 2020.
Setelah sembuh, sang pemain terbukti menjadi andalan Timnas Indonesia di berbagai level termasuk tim senior.
(srisurya)
