
Tahuna – Pembentukan Provinsi Nusa Utara yang sebelumnya hanya sebuah wacana, kini sudah memasuki tahap finalisasi, diantaranya telah disepakatinya Ibukota Kabupaten Sangihe, Tahuna sebagai Ibukota Provinsi Nusa Utara oleh tiga pimpinan daerah, masing-masing Bupati Sangihe, Talaud dan Sitaro. Hal tersebut dikemukakan Bupati Sangihe, Drs HR Makagansa MSi kepada wartawan di Tahuna, Rabu(16/4).
“Tahuna sebagai ibukota Provinsi Nusa Utara, telah disepakati oleh tiga pimpinan daerah, yaitu, Bupati Sangihe, Talaud dan Bupati Sitaro. Artinya, pembentukan Provinsi Nusa Utara bukan lagi sebagai wacana, tetapi sudah masuk ke tahap yang lebih serius,” ujar Bupati.
Bahkan saat ini tambah Bupati, Pemkab Sangihe sementara melakukan pemetaan wilayah, karena akan dilakukan pemekaran kabupaten baru yaitu Kabupaten Sangihe Selatan, dimana Kecamatan Tamako ditetapkan sebagai ibukotanya.
Sedangkan Tahuna yang merupakan ibukota Kabupaten Sangihe akan menjadi Kota Tahuna yang bakal dipimpin oleh walikota. “Untuk persiapan pembentukan Kota Tahuna, akan dilakukan pemekaran wilayah dimana Kampung Lenganeng, Pusunge akan dimekarkan menjadi Kecamatan Tahuna Utara,” terang Makagansa seraya menambahkan bahwa target Provinsi Nusa Utara, sebelum masa jabatan Gubernur Sulut, DR Sinyo Harry Sarundajang, berakhir pada tahun 2015 mendatang sudah disahkan oleh pemerintah pusat. (gun)

to : Ayam kampung, Sejarah menulskan Sangir besar tidak mencari siapa yg salah tapi menetapkan masadepan kepulauan dan Bupati Talaud yg bermasalah dr.med. E. Lasut bukan datang dari Tahuna tapi dari provence yg berkedudukan di Menado.
menurut saya yg paling tepat adalah SITARO ( antara TAGULANDANG atau SIAU ) Karena dilihat juga dari segi penghasilan daerah tersebut. ok?
saya rasa paling tepat adalah Tahuna,kenapa? karena untuk akses ke Talaud, kami dari SITARO sangat jauh,jadi menurut asas keadilan Tahuna lah yang berada pada posisi ditengah…kalau memang ibu kota ditalaud SITARO lebih dekat ke Manado.
untuk boleh jadi ibukota provinsi harus ditinjau dari banyak segi salah satu adalah topologi dari calon ibukota termasuk pengembangan untuk 25 – 30 tahun kedepan dan sebaiknya dilakukan kajian dulu apakah kota Tahuna layak atau mungkin kota Beo lebih layak.
untuk boleh jadi ibukota provinsi harus ditinjau dari banyak segi salah satu adalah topologi dari calon ibukota termasuk pengembangan untuk 25 – 30 tahun kedepan dan sebaiknya dilakukan kajian dulu apakah kota Tahuna layak atau mungkin kota Beo lebih layak.
lebih baik gabung saja denagn sanger supaya ada maall yang di bangun di ruas jalan melong mala dan melong tarun hahahaha………….\
sedangkan nda gabung deng sanger melonguane jadi ibukota terlihat sepi dan jadi kota mati.
mari bersatu untuk terwujudnya propinsi nusa utara..
Kalu kita usul, Talaud lebih baik tetap bergabung dengan Sulawesi Utara kalaupun jadi ini provinsi Nusa Utara. masalahnya kalu depe ibukota di Tahuna, Talaud itu berpuluh-puluh tahun dijajah dari sudut akademik dan anggaran terlalu banyak KKN yang mengorbankan talaud sampe talaud pisah jadi kabupaten sandiri kong ini mo bergabung ulang dengan Tahuna di provinsi nusa utara, itu sama dengan maju dua langkah mundur lima langkah.
SULUT talalu banyak pemekaran, APBN/APBD banyak boros nyandak ada efisiensi. Dana yang boleh pake buat pembangunan/infrastruktur jadi lebe banyak buat gaji2/ongkos dinas/Pilkada dll.