Sedangkan di tahun 2020, tercatat 39 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 2.460 Ton.
Fajar Wibhiyadi menambahkan, pihaknya optimis, kedepan pemanfaatan resi gudang untuk komoditas beras akan terus mengalami peningkatan.
Untuk di Karawang saja, potensi pemanfaatan resi gudang beras sangat besar.
“Untuk itu, kami sebagai pusat registrasi akan terus melakukan upaya sosialisasi serta edukasi baik kepada para petani maupun pengelola gudang yang ada di Kerawang serta daerah-daerah kain yang menjadi sentra komoditas terkait manfaat instrument ini,” pungkas Fajar.
(***/srisurya)
