Di filling shed, deretan truk sudah berjajan rapi, truk berwarna merah untuk umum, biru untuk industri.
Selain berbeda warna, deretan truk juga berbeda ukuran tergantung kapasitas tangki, mulai dari 8 ribu Kl, 16 ribu Kl atau 24 Kl.
Wahid menjelaskan, total truk di Pertamina Integrated Terminal Bitung sebanyak 49 unit menyuplai ke SPBU dan 114 unit untuk industri.
“Semua truk telah dibekali GPS (Global Positioning System, red) untuk memudahkan kontrol suplai BBM untuk publik. Truk-truk beroperasi dari jam 5 pagi sampai jam 7 malam,” jelas Wahid.
Unit Manager Communication and CSR MOR VII Sulawesi Hatim Ilwan menambahkan, Pertamina Integrated Terminal Bitung salah satu terminal BBM terbesar di Indonesia, dengan jumlah pekerja cukup banyak mencapai 120 karyawan.
Peran Pertamina Integrated Terminal Bitung sebagai penyuplai sampai ke provinsi tetangga, menjadikannya harus tetap menjaga keselamatan kerja apalagi kebutuhan BBM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Untuk keselamatan kerja, jalur pipa distribusi minyak, dibuat dengan standar aman. Kami juga fire boat untuk berjaga kalau-kalau terjadi kebakaran. Tapi bersyukur sejauh ini aman,” kata Hatim Ilwan.
Hatim berharap, Pertamina Integrated Terminal Bitung terus memberikan layanan prima dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
(Finda Muhtar)
