Agama dan Pendidikan

Jangan Ditiru,,, ‘Pencuri’ Bergaya Pecinta Alam

Jangan ditiru,, Sejumlah pendaki gunung ber-pose bersama bunga Edelwis di sebuah gunung (foto ist)
Jangan ditiru,, Sejumlah pendaki gunung ber-pose bersama bunga Edelwis di sebuah gunung (foto ist)

Manado – Kecaman keras dilontarkan berbagai komunitas dan organisasi pemerhati alam di Sulut atas sikap tidak terpuji yang dilakukan sejumlah oknum pendaki yang mengambil bunga Edelweis yang merupakan tanaman abadi dan sangat jarang tumbuh serta ditemukan di daerah pegunungan maupun puncak gunung.

“Ini tindakkan yang tidak selayaknya dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan pecinta alam. Seharusnya, sebagai generasi muda, menjadi tugas dan kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikan alam ini, bukannya dirusak apalagi mengambil tumbuhan Edelwis yang sangat jarang ada di puncak gunung,” kecam Eyrel Onibala, ketua Mahasiswa Petualang Alam Bebas (MPAB) Justitia Fakultas Hukum Unsrat itu.

Ia menambahkan, perlu adanya kesadaran bersama antara sesama penggiat alam untuk melestarikan alam sebagai bentuk tanggung jawab demi generasi yang akan datang. Selain itu, perlu adanya kebersamaan antara semua penggiat alam agar melakukan pencegahan dan mensosialisasikan pentingnya kelestarian alam demi kehidupan manusia dan keindahan alam itu sendiri.

“Saya sangat perihatin jika masih ada oknum-oknum yang kurang menjiwai keberadaan alam. Seorang pendaki harus sadar akan tugasnya menjaga alam ini, bukannya bersikap perusak. Karena alam ini bukan hanya untuk dinikmati saat ini saja, tapi demi generasi selanjutnya. Saya pun mengajak seluruh organisasi dan komunitas penggiat alam untuk bersama-sama memberikan pemahaman tentang pentingnya kelestarian alam, serta disaat berada di gunung perlu saling menegur dan mengingatkan. Bisa saja seorang pendaki hanya untuk mengambil sesuatu dan cuek dengan kelestariannya,” kata Eyrel. (leriandokambey)

Tiga Pesan Alam:
– Jangan Mengambil Sesuatu Kecuali Gambar
– Jangan Meninggalkan Sesuatu Kecuali Jejak
– Jangan Membunuh Sesuatu Kecuali Waktu
(Sumber: MPAB Justitia Fakultas Hukum Unsrat)

47 tanggapan untuk “Jangan Ditiru,,, ‘Pencuri’ Bergaya Pecinta Alam”

  1. Ga usah menghakimi dulu dan mempermalukan orang lain..
    Mungkin memang mereka tidak tahu kalau yang dilakukan itu salah..
    Bisa diberitahu dengan baik2 bukan dengan dipermalukan dan dituduh maling..

  2. perusak alam.
    semoga alam memaafkan kelakuan kalian manusia2 yang hanya pamer keindahan bukan memahami keindahan.

  3. ah banyak yang daki gunung tapi nyampah sepanjang perjalanan + pas sampe puncak pun nyampah..
    kayak gitu pencinta alam ? >.<

  4. Bangga nya bisa “merampok/mencuri/merusak BUNGA EDELWISE di alam yang seharusnya kita lindungi agar anak cucu kita juga bisa menikmati kelak. Dasar PERUSAK ALAM yang ngaku sok pecinta alam. Muda goblok tuamu idiot!

  5. Iya, harusya lebih di aktifkan lagi pos2 pendakiannya, supaya org2 yg gak bertanggung jawab, yang suka ngerusak ala gak seenaknya aja ngambil buga edelweis buat koleksi pribadinya, plisss, jangan dicabut, ntr buga edelweisya jd punah tau…

  6. Mengambil sedikit bunga edelwis tidak akan membuat spesies bunga itu punah, terlalu picik si penulis ini.

    Kalian mendaki toh juga untuk bersenang2,kalau benar pencinta alam, knapa aktivitasnya seputar mendaki, berkemah & tracking??

    Tu lawan penebang hutan ilegal, pencemar sungai, peracun ikan, dimana kalian?

    • Kalau semua orang yg mendaki bilang spt itu (hanya ambol sedikit tidak akan punah) lama2 ya habis jg x broooo…

      • Kalau cinta alam ya nanam pohon dan melakukan gerakan penghijauan serta gerakan yang mencegah pemanasan global. Naik gunung pecinta alam dari hongkong? Yang ada kalian hanya menikmati alam untuk diri kalian sendiri, kalian tidak membantu alam sama sekali! Membersihkan sampah di gunung? Itu bukan membantu, itu hanya membersihkan sisa2 pendaki gunung lainnya, itu hanya memperbaiki kesalahan sesama pendaki, bukan mencintai alam! Renungkan!

    • Wayan Bali mereka bukan ngambil sedikit. Lihat itu se boquete perorang. Itu PERUSAK dan RAMPOK. Mereka tidak beda dengan penebang hutan ilegal….Mencuri besar kecil tetap sama mencuri. Perusak alam besar atupun kecil tetaplah sama PERUSAK.

  7. Sepertinya fungsi Masyarakat Pencinta Alam harus di aktifkan lagi…. dan bimbingan serta pelatihan di setiap pos-pos pendakian harus di terapkan dengan baik. Thanks to BeritaManado yang sudah muat berita seperti ini. Salam damai.

  8. kalau memang pencinta alam, jangan di daki tuh gunung,,,
    mendaki sama dengan merusak,,,
    kalian injak2

  9. Perbuatan yang memalukan, sebagai sesama pendaki kita kecewa dg perbuatan mereka. Pencinta alam seharusnya faham hal itu dilarang keras. Juga sampah wajib dibawa turun jngn ditinggal di atas.

  10. well, mereka udah dikasih tau secara langsung belom? kejadian kayak gini udah banyak. tapi kebanyakan milih buat ngebully pelaku di dunia maya tp gak memperingati langsung di tkp

  11. Kemana tokoh2 pecinta alam ketika pantai diteluk manado dirusak akibat reklamasi pantai yg sekarang sudah dijadikan mall, lihat bunaken sekitarnya menjadi rusak lingkungannya akibat reklamasi pantaibyg dilakukan shg terjadi perubahan pola arus diteluk manado

    • Percuma. Kita melawan kalangan atas dan pnerintah sendiri. Organisasi tanpa dukungan seluruh warga ta akan bisa menghentikan proses reklamasi… Jd berpikir dulu sebelum kritik y mas

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara