
Amurang—Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan pincang? Kenapa disebut pincang. Lantaran, hanya seorang bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE yang melakukan perintah. Sementara, Wakil Bupati Drs Sonny Frans Tandayu hanya ‘pejabat’ non job. Bahkan, SFT tak bisa melakukan tupoksi-nya. Lantaran dilarang dengan Peraturan Bupati (Perbup).
‘’Saya menangis dengan masalah Minahasa Selatan. Tetapi, menangis pun tak bisa mengeluarkan air mata. Kenapa demikian, lantaran pemerintahan Minsel tak lagi mesrah. Maksud, bupati Tetty Paruntu dan wakil bupati Sonny Tandayu tak bisa rukun kembali,’’ ujar Bruno Riedel dan Arie Tuju, keduanya warga Amurang ketika bersua di Rumah Kopi Topaz, di bilangan Pertokoan Amurang, Sabtu (22/9) pagi tadi.
Menurut Riedel, secara pribadi dirinya kecewa dengan pemerintahan Minsel. Sebab, ternyata top eksekutif Minsel tak bisa lagi mesrah. Lebih parah lagi, tak mesrahnya kedua top pimpinan Minsel ini sudah diketahui warga Minsel dan Sulut.
‘’Adakah yang terbaik, bahwa bupati Tetty dan wakil bupati Sonny kembali rukun. Kunci agar Minsel aman, tak ada demo sana-sini. Dan memimpin Minsel harus bersama-sama. Tidak ada saling egois satu sama lain, maka dipastikan Minsel selalu aman,’’ tegasnya.
Kata Riedel yang diaminkan Tuju, bahwa supaya Minsel berjalan baik. Hanya satu yang mereka minta. Yaitu, bupati Tetty dan wabup Sonny kembali rukun. Supaya, perjalanan pemerintahan Minsel akan terkontrol berasama.
‘’Dan ingat, bupati Tetty Paruntu, jangan lagi mempercayai orang-orang yang ada dibelakangnya. Sebab, apa saja yang terjadi dalam pemerintahan Minsel akibat hanya mendengar suara-suara dari belakang. Sekali lagi, kami ingatkan kepada bupati, supaya Minsel aman. Bupati dan wakil bupati harus kembali rukun. Sebab, bila rakyat melihat ada kerukunan, maka pujian dan hormat akan berjalan di Minsel,’’ tukas Riedel yang dibenarkan Simon Sarajar. (and)
