
Minsel, BeritaManado.com – Aneka ragam tradisi dan budaya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus di ekspolor.
Kali ini tampaknya hal tersebut terus dilestarikannya Topeng Wolay di Desa Poopo Kacamatan Ranoyapo Kabupaten Minsel, Provinsi Sulut, Indonesia.
Dilansir dari akun resmi Dinas Pariwisata Minsel, Wolay adalah tradisi asli Minahasa Selatan yang berasal dari Kata “Wolay” bahasa lokal yang berarti monyet/yaki.
Dari informasi yang di dapat melalui Hukum Tua (Kumtua) Poopo Utara Carl Lumintang mengatakan, Daerah Poopo sebagian besar penduduknya adalah petani yang pada zaman dahulu selalu terganggu dengan monyet/yaki.
“Sehingga pada waktu itu dibuatlah sebuah bahan yang bisa menakuti monyet agar tidak menggangu lahan pertanian,” kata Lumintang
Ia juga menerangkan, bahan yang digunakan berasal dari pelepah pohon aren yang diwarnai agar tampak menakutkan dan sehingga disebut Wolay.
“Seiring dengan pekembangan, lama-kelamaan tradisi ini ditampilkan dalam kegiatan resmi sebagai perunjukan seni khas Minsel,” terangnya
Kumtua juga menambahkan Biasanya tradisi ini dapat dilihat pada kegiatan perayaan pentupan Hari Raya Natal & Tahun Baru/ Kunci Tahun.
“Jadi kembagaan tersendiri Tim Mawolay/Wolay Poopo telah ditampilkan dalam pagelaran budaya di Sulawesi Utara bahkan sampai ke Istana Negara di Jakarta,”
Desa ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 1 jam dari pusat Kota Amurang atau 2 jam dari Kota Manado dengan transportasi darat.
(RonaldKalalo)
