Tomohon – Dalam upaya terus menjamin kebersihan, keindahan dan kenyamanan dalam hidup bermasyarakat yang berimplikasi ganda, Pemerintah Kota Tomohon tak henti-hentinya untuk mengimbau serta mengharapkan agar seluruh komponen masyarakat meningkatkan dan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih.
“Tingkatkan hidup bersih dan sehat dengan memberikan perhatian penuh pada proses pembuangan, penanganan dan pengelolaan sampah yang erat kaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini selaras dengan capaian pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon dimana pada tahun 2013 lalu meraih penghargaa Adipura dan Predikat Kota Sehat Swasti Saba Padapa. penghargaan ini saling berkait satu dengan yang lainnya,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tomohon Steven Waworuntu SSTP.
Lanjut dikatakannya, melalui torehan prestasi ini Walikota Jimmy Eman SE Ak mengharapkan agar dapat mempertahankan Piala Adipura yang telah diraih. “Kepada seluruh perangkat daerah dan instansi terkait termasuk camat, lurah dan masyarakat untuk saling bekerjasama dan bersungguh-sungguh menciptakan kota yang bersih dan bermuara pada kota sehat. Oleh sebab itu seluruh elemen masyarakat perlu memperhatikan hal-hal penting dalam penilaian Adipura seperti di setiap pemukiman diwajibkan memiliki pengomposan, untuk area perkantoran, sekolah, pertokoan, terminal, dan pasar perlu tersedia air bersih, kebersihan WC, ruang terbuka hijau, drainase dan tempat sampah,” jelas mantan Kasat Pol PP ini.
Dikatakannya, terkait penilaian tahap II lomba Adipura yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, seluruh komponen diminta untuk segera membenahi aspek-aspek yang nilainya masih jauh dari target. “Harapan Bapak Walikota agar kita sekalian dapat memperbaiki semua aspek yang dinilai sehingga Kota Tomohon dapat mempertahankan dan memperoleh nilai yang baik. Karena itu, kita akan terus melakukan pemantauan bersama SKPD terkait serta diikuti pembenahan di sejumlah titik pantau seperti di area pemukiman, sekolah, perkantoran, terminal, pasar, pertokoan, puskesmas, hutan kota dan sungai serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara berkesinambungan,” pungkas birokrat murah senyum ini.
