Ragam

Waspadai Informasi Bohong Jelang Pemilu! Begini Cara Agar Tak Jadi Korban Hoax

Manado, BeritaManado.com – Hoaks atau berita bohong kini sudah menjadi bagian dari politik dan tidak bisa dipisahkan.

Jelang Pemilihan Umum (Pemilu), pemerintah rupanya cukup direpotkan dengan kemunculan hoaks yang seolah tanpa henti.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mencatat, ada lebih dari 700 konten hoax baik tulisan maupun foto yang tersebar di masyarakat pada Pemilu 2019.

Contoh hoax pertama pada Pemilu 2019, yaitu foto kompak penonton yang acungkan salam dua jari di Millenial Road Safety Festival (MRSF).

Beredar postingan di media sosial Facebook foto acara Millennial Road Safety Festival yang diadakan oleh Polresta Serang di alun-alun Barat Kota Serang, dalam foto tersebut para penonton mengangkat tangan dan berpose dua jari.

Faktanya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Wibowo menegaskan kegiatan Millennial Road Safety Festival tidak ada kaitannya dengan politik, baik pileg maupun pilpres.

Program tersebut dilaksanakan dalam rangka mengkampanyekan dan mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas khususnya kepada generasi millenial dan masyarakat pada umumnya.

“Saya sudah sudah lihat foto yang tersebar di medsos itu dan saya menduga itu foto hasil rekayasa. Apalagi panggung kegiatan yang digelar Polres Serang Kota pada acara MRSF tidak sama dengan foto tersebut,” ujar Kombes Pol Wibowo.

Contoh kedua, perhitungan hasil Quick Count di Metro TV Prabowo-Sandj menang.

Telah beredar postingan di media sosial dan pesan berantai yang menampilkan tayangan hasil Quick Count hasil Pemilihan Umum 17 April 2019 pada laman berita Metro TV.

Disebutkan bahwa data yang ditampilkan pada tayangan Metro TV hasilnya memperlihatkan bahwa suara terbanyak ada pada Pasangan Calon nomor urut 02, yaitu Pasangan Prabowo-Sandi.

Terkait hal tersebut, pihak Metro TV sudah memberikan klarifikasinya melalui web dan akun Instagram resminya.

Pihak Metro TV menyatakan bahwa terjadi kesalahan teknis dalam penayangan grafis data hasil sementara penghitungan cepat Pilpres 2019 pada pukul 15.12 WIB.

Dalam tayangan tersebut terdapat perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar.

Diprediksi trennya akan kembali meningkat menjelang Pemilu 2024.

Kecenderungan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Trennya relatif sama, yaitu menggunakan hoaks secara sengaja untuk memprovokasi mayoritas.

Olehnya, masyarakat butuh berhati-hati agar tidak menjadi korban dari informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Lalu bagaimana caranya agar tak terhasut?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara