
BITUNG — Warga Kelurahan Pateten I dan II Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, melampiaskan uneg-uneg permasalahan yang mereka hadapi selama ini kepada dua anggota DPRD Sulut, Jhon Dumais dan Mikson Tilaar, saat reses, Selasa (26/04). Mulai dari masalah drainase, kamtibmas, keterbatasan pegawai di kelurahan, hingga lahan pekuburan.
“Dari tahun ke tahun, drainase yang ada di lorong I dan II sudak kami sampaikan ke Pemkot Bitung, bahkan sudah disampaikan langsung dalam Musrembang, namun sayang hingga kini belum juga diperbaiki,” kata sejumlah warga.
Juga masalah kantibmas seperti, kenalpot racing, polisi tidur dan lokasi karaoke yang dianggap sangat mengganggu warga. Serta maraknya remaja di wilayah tersebut menggunakan lem ehabon, sehingga warga meminta ketegasan pihak kepolisian untuk melakukan penertiban.
Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Dumais dan Tilaar berjanji akan segera menindaklanjuti dengan cara berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Pemkot Bitung.
“Memang harus disadari, jumlah personil kepolisian tidak sebanding dengan jumlah masyarakat, jadi wajar jika ada persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat tidak dapat dijangkau,” kata Dumais.
Dumais sendiri berharap peran dari masyarakat untuk membantu pihak kepolisian menjaga keamanan, salah satunya lewat pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap lingkungan. Sedangkan masalah kekurangan tenaga pegawai yang ada di kelurahan akan disampaikan langsung ke Pemkot Bitung, agara segera mendapat perhatian demi peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.
“Untuk masalah drainase, kami akan menanyakan ke Pemkot Bitung apakah perbaikan bisa dikaver lewat APBD atau tidak. Dan jika nantinya tidak bisa, maka tentu kami akan perjuangkan untuk mendapat alokasi anggaran dari APBD Pemprov Sulut,” tutur Dumais, diiyakan Tilaar. (en)
