MANADO – Tiga bupati dan walikota di Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) masing-masing Manado, Minahasa dan Minahasa Utara minta pemerintah tetap memasok minyak tanah jelang Natal karena dikhawatirkan memunculkan gejolak di masyarakat.
“Baru dikurangi saja masyarakat sudah ribut, saya khawatir bila bulan Desember jelang Natal tidak ada minyak tanah masyarakat jadi ribut,” kata Walikota Manado, Vicky Lumentut, Senin (7/11).
Senada dikatakan Bupati Minahasa, Stefanus Vreeke Runtu di sela penutupan Pameran Pembangunan Hari Jadi Minahasa ke-583 di Sasaran Tondano.
“Minyak tanah banyak dibutuhkan warga Minahasa menjelang Natal, karena itu minta pemerintah pusat dan Pertamina agar tetap memasok bahan bakar minyak yang sangat dibutuhkan rumah tangga di Toar Lumimuut,” kata Vreeke.
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Johanes Rumambi mengatakan, kendati sudah berulangkali disosialisasikan konversi ke elpiji, tetapi ternyata banyak rumah tangga di daerah tersebut masih gunakan minyak tanah.
“Masyarakat masih belum terbiasa gunakan elpiji, salah satunya disebabkan sebagian peralatan memasak rumah tangga di Minut berbahan bakar minyak tanah, karena itu minta pemerintah pusat supaya menunda penarikan bahan bakar ini,” kata Rumambi.
Walikota Lumentut mengatakan, pihaknya sudah menyurat ke pemerintah pusat, minta agar minyak tanah tetap tersedia secara cukup di bulan Desember.
Selain menyurat ke pemerintah pusat, kata Vecky, Pemkot Manado akan melakukan koordinasi dengan Pertamina Manado guna membahas minyak tanah, terutama dampak yang bakal ditimbulkannya.
Sejak Pertamina Manado mengurangi minyak tanah yang dipasok ke pangkalan, maka antrean masyarakat untuk membeli bahan bakar tersebut di pangkalan tidak pernah berkurang, bahkan beberapa minggu belakangan ini berebutan mendapatkan jatah yang masih dipasok Pertamina.(del)

… semoga upaya Double V ( Vecky en Vreeke ) berhasil …..
Bagini noh cara kerja Pemerintah terhadap Rakyat.
So Harga mahal susah mo dapa di pasar blum masalah2 laeng seperti penegakan hukum dan pemberantasan Korupsi.
Tapi mungkin ada hal yg “POSITIF” dari semua masalah yg ada di Negara ini, yaitu … Presiden sudah menelurkan Albumnya yg ke-4. Luar biasa!!!.
TAPI .. sekali lagi Tapi, tenang jo. lebe dekat PEMILU so mulai ja jadi sinterklas dorang, mulai beking program yg Pro-Rakyat, mulai ja baku ambe di Televisi supaya dapa lia Pro-Rakyat, mulai beking komen di media2 massa dan cetak bahwa Pro-Rakyat … Ckckck.
hehehe .. So, Apalagi yg bisa di banggakan sebagai Bangsa Indonesia yg katanya “Bhineka Tunggal Ika”.
..ITU KASIANG MINYAK TANAH MASIH BANYAK MASYARAKAT KELAS BAWAH YANG PAKE…SEDANG ORANG KAYA MUNGKIN ADA YG MASIH PAKE…
…APALAGI SOMO NATAL DAN THN BARU INI…
…BAGIMANA INI KITA P TANTA MO BEKING KUKIS DENG OM MO MOMASA IKANG ??? PAKE TAMPURUNG JO KANG ..
…MO PAKE ELPIJI ..DORANG KATA MASIH TAKO..TAKO POLOTE..
kalo samau masyarakat so dapa tu peralatan konversi, biar lech minyak tanah pertamina kase kurang atw so nda subsidi so nda masalah itu …. jang rupa sekarang, masyarakat yg dapa baru sadiki deng yang so dapa itu, blum samua tau bgmn cara mo pake tu alat konversi karena kurangnya sosialisasi ….
mo tanya kalau minyak tanah so mo abis kwa jadi so mo pake gas/elpiji?