
Minut, BeritaManado.com — Indonesia berada pada puncak bonus demografi saat ini, yaitu usia produktif populasi jauh lebih tinggi dari usia tidak produktif.
Penciptaan modal manusia akan prioritas utama yang mencakup pembangunan sumber daya manusia yang terlatih, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengundang pemerintah untuk berkolaborasi dengan talenta global.
Juga, Mengoptimalkan kerjasama dengan industri dan pemanfaatan teknologi juga penting untuk memudahkan jangkauannya.
Hal ini sesuai tema 2nd ICORIS 2020, yaitu menuju kedaulatan sumber daya manusia (soverenti) yang menggunakan TIK di masyarakat 5.0.
2nd ICORIS 2020 (Internasional Conference on Cybernetics and Intelligent System) ini, diselenggarakan secara daring, 27-28 Oktober 2020.
Dalam kesempatan mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademis Dr. J. Rondonuwu, mengatakan Universitas Klabat khususnya Fakultas Ilmu Komputer (FIK), mendapat kehormatan untuk mengadakan konferensi virtual ini.
Rondonuwu meyakini, bahwa konferensi tahunan ini merupakan kesempatan akademisi, peneliti, profesor, dan mahasiswa dari negara-negara Asia Pasifik untuk berdiskusi dan berbagi pencapaian, tantangan di bidang TIK serta teknik elektronik.
“TIK telah terbukti merevolusi kehidupan sehari-hari kita, membantu kita melakukan tugas sehari-hari dengan lebih cepat dan akurat. Membantu cara kita berkomunikasi, belajar, dan berpikir. Ini membantu kami untuk melakukan kerja keras lebih mudah dengan biaya lebih rendah,” ujarnya.
Namun Ia melihat, TIK telah mengambil alih banyak pekerjaan yang biasa dilakukan manusia.
Sehingga peningkatan pengangguran tidak bisa dihindari di mana-mana.
“Saya berharap konferensi ini dapat memberi kita kesempatan untuk saling belajar melalui presentasi dan diskusi. Bagaimana teknologi akan membawa dampak yang menguntungkan bagi kehidupan manusia di Era Disruptif ini di tengah Pandemi Covid-19,” tandasya.
Diketahui FIK Unklab tergabung dalam Konsorsium CORIS bersama 20 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-indonesia dan setiap tahun mengadakan kegiatan seminar dan konferensi nasional/International.
Tahun 2019 lalu diadakan di Denpasar, Bali, dan rencana tahun 2021 akan diadakan lagi di Makassar.
Hadir dalam 2nd ICORIS ini, Pjs Gubernur Sulut, yang diwakili kepala Bapelitbang Sulut, juga Kepala LLDIKTI IX Sulawesi.
Dengan peserta total 150 orang, dari 8 negara, Korea, India, Indonesia, Perancis, German, Australia, Cina, Malaysia.
(Dedy Dagomes)
