
Ranotongkor, BeritaManado.com – Hari Raya Pentakosta, pada Minggu, 8 Juni 2025, yang dalam kalender liturgi jatuh pada hari ke-50 setelah perayaan Paskah, diperingati seluruh umat Katolik sedunia sebagai peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul dan murid Yesus.
Perayaan ini menjadi sangat istimewa bagi umat Katolik Stasi Ranotongkor, Paroki Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Lolah, karena bertepatan dengan Pesta Pelindung Stasi Ranotongkor.
Dalam rangka menyemarakkan Pesta Pelindung ini, umat se-Paroki MRPD Lolah turut terlibat dalam berbagai lomba yang dilaksanakan pada tanggal 7-8 Juni.
Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup lomba line dance, bintang vokalia, serta penataan menu makanan yang melibatkan berbagai kelompok umat dari seluruh wilayah rohani dan kategorial di paroki.
Ketua Panitia Pelaksana, Jefry Runtu, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi perayaan iman seluruh umat Katolik Paroki Lolah.
“Hal ini terbukti lewat kehadiran dan partisipasi dari 18 wilayah rohani di Lolah serta 3 wilayah rohani di Stasi Ranotongkor. Juga hadir kelompok kategorial seperti Kaum Ibu Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia, dan Kaum Bapak Katolik. Bahkan persekolahan Katolik yang ada di paroki pun memberikan dukungan penuh,” ujar Jefry.
Puncak perayaan dilaksanakan dalam Misa Kudus yang berlangsung di Gereja Roh Kudus Ranotongkor, Minggu pagi, 8 Juni 2025.
Misa dipimpin oleh Pastor Paroki MRPD Lolah, RD Stevie Undap, Pr.
Dalam homilinya, Pastor Stevie menegaskan pentingnya membangun kehidupan umat dan masyarakat yang dituntun oleh Roh Kudus.
Kata dia, Gereja pada awal berdirinya dimulai dari kelompok kecil.
Tetapi, walau secara kuantitas hanya sedikit, Gereja sebagai satu komunitas terus berkembang dan bertumbuh dalam iman karena terbuka terhadap karya dan kuasa Roh Allah, Dialah Roh Kudus yang juga dipilih menjadi pelindung bagi Stasi Ranotongkor.
“Umat Stasi Ranotongkor tidak menggunakan orang kudus sebagai pelindung, tetapi mengangkat Allah sendiri sebagai pelindung. Dengan demikian, adalah tugas perutusan sekaligus tanggung jawab umat untuk membangun hidup beriman dan menggereja dalam tuntunan Roh Kudus,” demikian pungkas Pastor yang berasal dari desa Kali ini.
Sekretaris Panitia, Mailania Kandow, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan dari seluruh pihak.
“Kami panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat se-Paroki Lolah, terlebih khusus kepada umat Katolik Ranotongkor atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan. Apresiasi juga ditujukan kepada seluruh peserta lomba. Semua ini menunjukkan semangat kebersamaan kita,” ungkap Mailania, didampingi oleh Olvi Mandang selaku bendahara panitia.
Adapun Stasi Ranotongkor sendiri merupakan satu-satunya stasi dalam lingkup Paroki MRPD Lolah.
Saat ini mencakup sekitar 70 kepala keluarga yang tersebar di Desa Ranotongkor dan Desa Ranotongkor Timur, Kecamatan Tombariri Timur.
Proficiat kepada umat Katolik Stasi Ranotongkor atas perayaan iman dan semangat kebersamaan yang terus hidup dan berkembang dalam terang Roh Kudus.
(***/jenlywenur)
