Berita Utama

Tuntutan Pendemo, Kebijakan Bupati harus Diteruskan kepada Wabup

Tuntutan Pendemo, Kebijakan Bupati harus Diteruskan kepada Wabup
Demo Aliansi Reformasi Peduli Masyarakat Minsel (foto beritamanado)

Amurang—Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan kembali di demo ribuan warga Minsel. Bahkan, demo kali ini berbeda jumlah dari demo tiga bulan lalu. Kalau demo sebelumnya, hanya berkisar 100-an orang. Tapi, demo Kamis (20/9) pukul 12.00 Wita, sekitar 2000-an orang. Pendemo datang dari keterwakilan 17 kecamatan.

Menariknya, tuntutan pendemo yang dipimpin Korlap Drs Arie Pasla Cs benar-benar menunjukkan bahwa Pemkab Minsel sudah hancur dari kepercayaan rakyat. ‘’Kami melakukan ini, karena terpanggil dan merasa bahwa Minsel sudah hancur. Kenapa kami sampaikan seperti itu, lantaran bupati Tetty Paruntu hanya mau menang sendiri. Kalau juga ada, karena bupati hanya banyak dengar orang-orang dekatnya,’’ kata Pasla dengan nada keras.

Sebelumnya, pendemo diterima Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Danny Rindengan, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Drs Alex Slat, Kabag Kesra Brando Tampemawa, SH MH dan Kepala Sat Pol PP Drs Nofriet Ransulangi. Bahkan, para pendemo sebelumnya tak diberi kesempatan untuk masuk ke Kantor Bupati Minsel.

‘’Kantor ini adalah rumah rakyat. Ingat, apabila ada yang melarang kami masuk, maka kami akan laporkan sampai ketingkat atas. Sebab, kantor ini dibangun dengan susah payah oleh uang rakyat. Jadi, jangan seenak-enak kalian (pejabat, red) lantas tak mau memberi kami ruang didalam,’’ kata Pasla dengan suara keras.

Lantaran pintu dipalang oleh Sat Pol PP dan Polres Minsel, maka mereka pun langsung masuk dengan cara melompat dari pagar. Yang akhirnya, pintu pun langsung dibuka, hingga akhirnya masa berjubel di Gedung Waleta.

Setiba di Gedung Waleta, sejumlah petugas Sat Pol PP melakukan anarkis dan langsung menghantam beberapa pendemo dengan tongkat yang dibawah. Akibatnya, ada beberapa warga (pendemo) yang merasa kesakitan.

‘’Ini sudah anarkis, dan yang lebih dulu anarkis adalah Sat Pol PP. Catat, kalau juga kami anarkis itu lantaran kami membalas. Apabila, kami marah karena kami juga sudah lebih dulu kena pululan. Sekali lagi, jangan membuat kami marah. Padahal, kami melakukan demo damai sesuai UU yang berlaku,’’ tukas Treiny Rungkat, pendemo lainnya.

Kata Pasla dan Rungkat, bahwa wakil bupati Sonny Frans Tandayu harus hadir disini. Dan tabuk kepemimpinan Minsel harus diserahkan kepada wabup Minsel. ‘’Semua kebijakan bupati harus diteruskan kepada wakil. Bukan kepada Sekda Drs MC Kairupan. Sekali lagi, kami akan kembali lebih banyak dalam dekat ini, apabila hal diatas tidak diberikan kewenangan kepada wakil bupati,’’ ungkap mereka dengan suara keras pula. (and)

9 tanggapan untuk “Tuntutan Pendemo, Kebijakan Bupati harus Diteruskan kepada Wabup”

  1. REVOLUSI RAKYAT MINSEL AKAN TERJADI APABILA TORANG PE BUPATI DICONGKEL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AWAS KAMI SIAP BERTEMPUR MELAWAN SONNY TANDAYU CS!!!!!!!

  2. Rakyat Minsel tetap mendukung Bupati Minsel Tetty Paruntu….banyak kemajuan sudah dibuat pembangunan infrastruktur jalan serta pertumbuhan ekonomi maju pesat…data statistik Minsel telah mencapai 8.69% tertinggi se Sulut. Apa yang bisa dilakukan oleh seorang preman Sonny Tandayu kalau dia jadi Bupati? Bisanya KKN keluarga Tandayu yang diberdayakan serta korupsi pasti merajalela. Lihat kasus yang ada sewaktu beliau menjabat kadis perhubungan yaitu mark up alat2 timbang yang sudah masuk laporan KPK serta kasus manipulasi tenaga honor K1 yang baru baru ini sedang dalam penyelidikan polda maupun polres. hati hati terhadap penghianat seperti sonny tandayu namanya penghianat pasti penjahat!!!! pendosa spt yudas.

  3. Boyz amurang…. Mmg kapolda so musti turun tangan ini…..
    Soalx so perseteruan antara ibu-ibu bhayangkari ini…..
    Istri kapolsek (perwira) melawan istri bintara brimob (CEP)….
    Somo beking malo polisi kwa dorang kang????…
    Mar kapolsek p istri ndak mo tako sto, de pe laki lebe tinggi pangkat deri CEP p laki jd CEP so musti ba dengar pa TR….. Hihihihihiiiii…

  4. Kalau di Referendum so 80 persen rakyat Minsel so suka Pilkada Ulang….20 persen pejabat poenjilat n rakyat buta huruf yg masih suka dijajah Tetty cs

  5. bagaimana ley ini ada Ibu Bhayangkari ba demo,, istri Kapolsek tengah, dimana citra polisi dan bhayangkari,, tolong di tanggapi secara bijaksana, kami minta kapolda agar menindak lanjuti, dan perlu suaminya di pindah tugaskan merusak citra bhayangkari

  6. harus tau diri ley ini wabup,,, cuman wakil kwa mo stel gaya bupati,,,, wabup tdk punya otoritas dia cuman tugas jo dan kerja baik baik,,, ini mo stel suruh org ba demo spya pegang jbtn bupati,,, dasar bodok samua, pe soe ley ini ibu bupati ada ambe pa dia,, mar ini org org bodok iko iko pa dia jadi bodok ley dorang,,, harga diri cuman rp 20.000,- da bayar kong pi demo,,, bae ada jadi wakil bupati dgn tdk keluar modal sama skali serta jadi mo cungkel bupati,, dasar tdk tau terima kasih,, so itu TUHAN balas pa ST.

  7. Bergeraklah masyarakat Minsel!!!!!
    Bongkar itu kebobrokan Bupati CEP dan Sekda MK!!!!!!
    Ini era bebas informasi, kiapa Wabup ST “dicekal” dalam lingkungan Pemkab Minsel, itu musti diketahui publik!!!!!

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara