
MANADO – Elemen masyarakat yang terdiri dari Forum Mahasiswa Manado (Formanado), Forum Pemuda Lintas Gereja (FPLG) Sulut, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Islam (OKPI) serta organisasi-organisasi kemasyarakatan melihat bahwa Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kota Manado, sudah berjalan aman, damai dan demokratis.

Karenanya diharapkan semua pihak dapat menerima hasil tersebut dengan jiwa besar mengedepankan sikap kenegarawan. Saatnya elit politik memberikan pencerahan dan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
Pertemuan elemen masyarakat di restoran Ananas Tikala, Senin (01/11) malam, membuktikan masyarakat Kota Manado sepakat menerima hasil PSU sebagai suara Tuhan melalui pilihan rakyat Manado.
“Ini adalah pertemuan yang murni dan tulus dari lubuk hati yang paling dalam merupakan inisiatif masing-masing untuk mengawal hasil PSU. Suara rakyat adalah suara Tuhan, yang menang itulan pilihan Tuhan,” ujar Muhamad Nuh, Sekretaris GP Ansor Manado.
Senada dengan Nuh, Arifin Dinggi dari Persaudaraan Muslimin Manado (Parmusi) mengatakan, setiap calon harus siap menang, siap kalah sesuai pakta yang ditanda-tangani semua calon.
Tokoh Muslim lainnya, Haris Wonggo, Sutjipto Noho da Rusly Tanduk sepakat bahwa isu sarah yang dihembuskan segelintir orang tidak terbukti. Masyarakat Manado adalah masyarakat yang plural dan saling menghargai.
“Buktinya kami semua ada disini, tokoh Muslim, Kristen dan sebagainya. Mana ada unsur sara! kami semua mendukung yang sudah terpilih apapun agamanya,” tegas Wonggo, diiyakan tokoh-tokoh agama lainnya.
Hadir juga dalam pertemuan ini, Ketua Pemuda GMIM Pnt Billy Lombok, Syamsia Midu dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Ismail Balaigani (Tansosmas), S.M Kumaat (GMNI), Charles Lepart (Pemuda KGPM), Rusmina Ladiku (Syarikat Islam) dan puluhan tokoh lintas agama lainnya. (JRY)
